Ekonomi & Bisnis

Hasil Pertemuan Bos Sawit RI dengan Tiga Menteri Singapura

Hasil Pertemuan Bos Sawit RI dengan Tiga Menteri Singapura
Daftar Isi
  1. Pertemuan dengan Menteri Singapura
  2. Daftar Perwakilan Perusahaan yang Hadir
  3. Pemeriksaan Independen dan Pendanaan

Petinggi dari sepuluh perusahaan yang diduga terkait kebakaran penyebab kabut asap menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja sama penuh dalam penyelidikan Pemerintah Singapura. Komitmen tersebut disampaikan usai mereka mengadakan pertemuan dengan tiga menteri Singapura pada Rabu (28/10).

Pertemuan dengan Menteri Singapura

Ketiga menteri yang memimpin pertemuan tersebut adalah Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong, Menteri Senior K Shanmugam, serta Menteri Lingkungan Hidup Grace Fu. Acara itu turut dihadiri penasihat hukum senior Davinder Singh beserta sejumlah pejabat tinggi dari Kejaksaan Agung Singapura, Badan Lingkungan Nasional (NEA), dan Kementerian Hukum.

Pemerintah Singapura berencana mengajukan revisi Undang-Undang Polusi Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act) pada sidang parlemen berikutnya untuk memperkuat dasar hukum pemeriksaan. Melalui aturan tersebut, perusahaan yang menolak menunjuk tim pemeriksa atau tidak kooperatif akan menghadapi sanksi hukum.

Grace Fu menyatakan bahwa mekanisme tersebut akan diberi kekuatan hukum demi melindungi kesehatan masyarakat Singapura, seperti dilaporkan finance.detik.com. Sementara itu, K Shanmugam yang merangkap sebagai Menteri Koordinator Keamanan Nasional dan Menteri Dalam Negeri menyambut baik sikap kooperatif para perwakilan perusahaan.

Shanmugam menyampaikan di hadapan para perwakilan bahwa kabut asap timbul akibat kebakaran yang disebabkan oleh praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab, bukan karena faktor alam. Perusahaan-perusahaan ini diwajibkan menjalani pemeriksaan independen guna meneliti operasional, hubungan antarperusahaan, serta rantai pasok mereka.

Daftar Perwakilan Perusahaan yang Hadir

Sejumlah pimpinan puncak dari berbagai perusahaan hadir dalam pertemuan tersebut, meliputi CEO sekaligus Executive Chairman Bumitama Agri Lim Gunawan Hariyanto, CEO sekaligus Executive Director First Resources Ciliandra Fangiono, serta Chairman sekaligus CEO Golden Agri-Resources Franky Oesman Widjaja.

Selain itu, hadir pula CEO sekaligus Executive Director Indofood Agri Resources Mark Julian Wakeford, CEO sekaligus Executive Director Kencana Agri Albert Maknawi, Chairman TSH Resources Kelvin Tan Aik Pen, serta Chairman sekaligus CEO Wilmar International Kuok Khoon Hong. Sinar Mas Group diwakili oleh Penasihat Senior Bernard Tan, yang juga mewakili Asia Pulp & Paper Company beserta Asia Pulp & Paper Company (China).

Pemeriksaan Independen dan Pendanaan

Shanmugam menegaskan bahwa proses pemeriksaan ini tidak dimaksudkan untuk mencari kambing hitam ataupun menyalahkan pihak tertentu demi kepentingan publik maupun politik. Menurutnya, perusahaan dengan kepentingan bisnis di Singapura wajib memastikan operasional beserta rantai pasoknya bersih dari keterlibatan kebakaran.

Perusahaan yang tidak terlibat dan memiliki rantai pasok bersih dapat memanfaatkan audit ini untuk membuktikan tidak bersalah. Pemerintah Singapura akan segera mengumumkan penunjukan ahli yang tergabung dalam panel pemeriksa independen, di mana perusahaan wajib menunjuk tim investigasi dan firma hukum dari panel yang telah ditentukan NEA.

Firma hukum tersebut bertugas mendampingi tim investigasi dan bukan mewakili perusahaan yang diperiksa guna membantu penyusunan laporan. Seluruh pembiayaan pemeriksaan ini dibebankan kepada perusahaan terkait, dengan kewajiban memberikan akses penuh terhadap informasi, dokumen, lokasi usaha, serta rantai pasok kepada tim pemeriksa yang nantinya menyerahkan laporan kepada NEA.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *