Pemimpin oposisi Israel Gadi Eisenkot mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mundur dari dunia politik dan menilai karier politiknya telah habis. Dalam pidatonya di Tel Aviv pada Rabu (28/10/2026), Eisenkot memperingatkan agar keamanan nasional tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik pribadi.
Mendesak Perubahan Pemerintahan
Berbicara di hadapan para pendukungnya di markas Partai Yashar, Eisenkot menyatakan masyarakat Israel telah memilih perubahan dan ia bertekad membentuk pemerintahan yang mewakili seluruh lapisan masyarakat. Seperti dilaporkan Anadolu Agency, ia menyebut bahwa penyelenggaraan pemilu kembali adalah sebuah kesalahan dan berkomitmen mewujudkan kehendak rakyat.
Eisenkot mengakui penghitungan suara masih berlangsung dan hasil resmi belum diumumkan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Netanyahu kini berhadapan dengan mayoritas Zionis yang menolak keberlanjutan kekuasaannya.
Ia juga menyampaikan pesan langsung kepada Netanyahu agar tidak menjadikan keamanan Israel sebagai instrumen untuk mempertahankan kekuasaan. Kepada para petinggi lembaga keamanan, Eisenkot mengingatkan bahwa pemerintahan saat ini bersifat sementara sehingga mereka wajib melayani masyarakat alih-alih kepentingan politik pemerintah.
Eisenkot meminta para pejabat keamanan untuk tetap teguh menolak segala bentuk tekanan. Ia juga menyatakan bahwa era perpecahan serta hasutan telah berakhir dan berjanji membentuk pemerintahan Zionis yang memprioritaskan pelaksanaan wajib militer.
Hasil Exit Poll dan Proyeksi Parlemen
Pernyataan tersebut mengemuka di tengah hasil jajak pendapat setelah pemungutan suara atau exit poll yang menunjukkan persaingan ketat antara blok oposisi dan kubu Netanyahu. Proyeksi dari Channel 13 memperlihatkan kedua kubu masing-masing mengamankan 51 kursi di parlemen Israel atau Knesset, dengan partai-partai Arab diprediksi meraih 18 kursi.
Sebelumnya, proyeksi dari Channel 12 mencatat blok pimpinan Eisenkot unggul tipis dengan perolehan 52 kursi, sementara blok Netanyahu mendapatkan 50 kursi, dan partai-partai Arab menguasai 18 kursi lainnya. Dengan total 120 kursi di Knesset, belum ada satu pun blok yang berhasil mencapai mayoritas mutlak sebanyak 61 kursi, sehingga pembentukan pemerintahan baru berpotensi bergantung pada partai lain.
Channel 12 juga melaporkan bahwa Presiden Israel Isaac Herzog diproyeksikan menunjuk Eisenkot untuk membentuk pemerintahan baru, meski langkah tersebut masih menunggu hasil resmi dan rekomendasi partai parlemen.
Komite Pemilihan Umum Pusat Israel mencatat tingkat partisipasi pemilih mencapai 77,7 persen, yang merupakan angka tertinggi sejak 1999 dan meningkat 7,1 poin persentase dari pemilu 2022. Pemungutan suara ditutup pada Selasa pukul 22.00 waktu setempat atau 20.00 GMT, dan hasil resmi pemilu dijadwalkan keluar pada 4 November.







