Keuangan

Pekan Panas Pasar Keuangan, 7 Bank Sentral Umumkan Suku Bunga

Pekan Panas Pasar Keuangan, 7 Bank Sentral Umumkan Suku Bunga
Daftar Isi
  1. Pergerakan Pasar Domestik Pekan Lalu
  2. Tekanan di Wall Street dan Pasar Global
  3. Agenda Padat Bank Sentral dan Data Ekonomi Global

Pasar keuangan Indonesia menunjukkan kinerja positif pada akhir pekan lalu, namun diperkirakan akan menghadapi berbagai tekanan eksternal sepanjang pekan ini. Sejumlah sentimen global, mulai dari dinamika geopolitik hingga keputusan kebijakan moneter dari berbagai bank sentral dunia, diproyeksikan menjadi penggerak utama pasar.

Pergerakan Pasar Domestik Pekan Lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,95 persen atau naik 51,35 poin ke level 5.439,26 pada perdagangan Jumat (23/10/2026). Dalam sepekan, IHSG tercatat melesat 4,9 persen setelah sempat merosot 14,9 persen pada pekan sebelumnya. Sementara itu, investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp8,73 triliun sepanjang pekan lalu.

Saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) memimpin jajaran top gainers dengan lonjakan harga mencapai 87,11 persen menjadi Rp6.025 per saham. Posisi berikutnya ditempati oleh PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) yang melesat 70,57 persen menjadi Rp655, serta PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) yang menguat 63,64 persen menjadi Rp36 per saham. Di sisi lain, penurunan terdalam dicatat oleh saham PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) yang anjlok 29,92 persen ke level Rp1.370 per saham.

Dari pasar mata uang, nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis 0,03 persen di posisi Rp18.040 per dolar AS pada akhir pekan lalu. Meskipun demikian, secara mingguan rupiah masih terdepresiasi 0,22 persen terhadap dolar AS. Adapun imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun menanjak ke level 7,446 persen, yang menandai penurunan harga obligasi akibat aksi jual investor.

Tekanan di Wall Street dan Pasar Global

Bursa saham Wall Street melemah pada akhir perdagangan pekan lalu akibat aksi jual saham teknologi yang meluas ke sektor lain, serta lonjakan harga minyak mentah AS yang melampaui US$100 per barel akibat kekhawatiran konflik AS-Iran. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 1,23 persen ke level 52.215,16, S&P 500 turun 0,52 persen ke posisi 7.623,68, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,21 persen menjadi 25.955,34.

Manajer portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, menjelaskan bahwa para investor dalam dua pekan terakhir berbondong-bondong keluar dari saham teknologi dan beralih ke aset yang lebih aman. Menurutnya, arus perpindahan tersebut pada akhirnya akan kehilangan tenaga karena kinerja keuangan perusahaan teknologi pada musim laporan keuangan kali ini masih cukup kuat.

“Emosi dan ketakutan memainkan peran yang sangat besar,” ujar Jed Ellerbroek.

Agenda Padat Bank Sentral dan Data Ekonomi Global

Pasar keuangan global dan domestik akan menghadapi pekan yang sangat padat dengan agenda pengumuman suku bunga dari tujuh bank sentral dunia. State Bank of Pakistan dijadwalkan mengumumkan suku bunga pada 26 Oktober; Federal Reserve AS, Bank of Canada, Reserve Bank of New Zealand, dan Bank of Thailand pada 28 Oktober; European Central Bank (ECB) pada 29 Oktober; serta Bank of Japan (BOJ) pada 30 Oktober.

Selain keputusan bank sentral, pasar juga mencermati Sidang Pleno Kelima Komite Sentral Partai Komunis China yang berlangsung pada 26-29 Oktober 2026 untuk membahas arah kebijakan ekonomi dan strategis negara tersebut. Amerika Serikat juga akan merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2026 dan data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi acuan utama The Fed, sementara zona euro dan Jepang turut menjadwalkan rilis data pertumbuhan ekonomi serta ketenagakerjaan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *