Ekonomi & Bisnis

RI-China Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulawesi Tengah

RI-China Kembangkan PLTS 90 MWp di Sulawesi Tengah

Perusahaan asal Indonesia dan China menjajaki kerja sama pengembangan energi surya guna memasok kebutuhan listrik kawasan industri di Sulawesi Tengah. Proyek tersebut mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 90 megawatt-peak serta sistem penyimpanan energi baterai sebesar 40 megawatt-hour.

Kerja Sama Strategis Energi Hijau

Berdasarkan laporan Xinhua pada Kamis (22/10/2026), PT Daya Bumi Energi Indonesia menjalin kemitraan dengan perusahaan asal China, GEM Co., Ltd. Kolaborasi ini tertuang dalam dua nota kesepahaman yang diteken oleh Dayabumi Energi bersama International Green Industrial Park serta PT QMB New Energy Materials Indonesia pada hari Selasa.

Chairman GEM Group, Prof. Xu Kaihua, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia saat ini memberikan perhatian besar pada promosi proyek energi terbarukan berkapasitas 100 gigawatt. Xu menyebut penandatanganan tersebut menjadi langkah nyata bagi kedua negara untuk bersama-sama merealisasikan proyek strategis nasional.

Melalui kerja sama dengan Dayabumi Energi, pihaknya berkeinginan memperluas pemanfaatan energi terbarukan demi menopang kebutuhan kawasan industri sekaligus mendorong transisi menuju sektor industri yang lebih rendah karbon, seperti dijelaskan oleh Xu.

Pengembangan Kawasan Industri Hijau

International Green Industrial Park yang dipimpin oleh GEM dirancang menempati area seluas 1.500 hektare. Total investasi untuk proyek kawasan industri tersebut diproyeksikan mencapai lebih dari US$10 miliar atau setara dengan Rp180,06 triliun.

Penandatanganan nota kesepahaman energi hijau ini menandakan bahwa jalur emisi nol karbon di kawasan industri tersebut telah berkembang menuju tahap pembangunan bersama mitra dari Indonesia.

Sementara itu, PT QMB New Energy Materials Indonesia yang telah beroperasi selama empat tahun di Tanah Air memandang bahwa penggunaan energi ramah lingkungan akan menjadi elemen krusial dalam menekan biaya operasional di masa mendatang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *