Food

Viral Cuanki Rp50 Ribu di Bandung, Wali Kota Buka Suara

Viral Cuanki Rp50 Ribu di Bandung, Wali Kota Buka Suara

Sebuah video yang memperlihatkan harga seporsi cuanki mencapai Rp50 ribu di kawasan Gasibu, Kota Bandung, mendadak viral di media sosial dan menuai beragam komentar dari warga hingga Wali Kota Bandung. Peristiwa tersebut menjadi perbincangan usai dibagikan melalui akun Instagram @bandungvibes dengan memperlihatkan semangkuk cuanki berisi mie instan, dua butir bakso, tahu putih, serta tetelan.

Lokasi dan Respons Warga

Seperti dilaporkan detikJabar pada Rabu (23/10/2026), lokasi penjualan cuanki tersebut berada di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Museum Geologi, Bandung. Unggahan itu telah ditonton sebanyak 44.700 kali dan mendulang 567 komentar, di mana banyak warganet mempertanyakan kewajaran harga tersebut sementara sebagian lainnya mengaku pernah mengalami kejadian serupa. Harga normal seporsi cuanki di Bandung umumnya berkisar mulai Rp17.000.

Dadan, seorang warga yang berprofesi di bidang angkutan pariwisata, menyatakan bahwa dirinya biasa membeli cuanki di kawasan tersebut dengan kisaran harga Rp20.000 hingga Rp25.000 sudah termasuk air mineral. “Biasanya juga Rp20.000 paling mahal, ditambah beli minum Rp25.000. Kalau sampai Rp50.000 sih parah, kasihan pedagang yang lain kena imbasnya,” kata Dadan, menyayangkan kejadian itu yang dikhawatirkan dapat merugikan pedagang cuanki lain dengan harga jujur. Warga lain bernama Rio menambahkan bahwa dirinya pernah mendengar informasi mengenai pedagang yang sengaja mematok harga lebih tinggi kepada wisatawan.

Tanggapan Wali Kota Bandung

Persoalan getok harga ini turut menarik perhatian Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, yang meminta para pedagang agar menjaga kepercayaan pembeli serta nama baik kuliner kota tersebut. “Saya harapkan teman-teman yang jualan itu menunjukkan cara berdagang yang baik. Ketika saya tertibkan cuanki, pada mengeluh. Ketika cuanki diberi ruang dagang, malah ada yang mengetok harga,” ujar Farhan, menambahkan bahwa komunitas pedagang cuanki harus turut menjaga reputasi kuliner khas Bandung.

Kendati demikian, nominal Rp50.000 yang ramai dibahas tersebut baru berdasar pada narasi di media sosial dan belum ada konfirmasi langsung dari pihak penjual mengenai rincian pesanan maupun harga tersebut. Ketika disambangi di lokasi, para pedagang cuanki belum tampak karena mereka biasanya baru mulai berdagang pada malam hari hingga menjelang subuh.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *