Semua Label
  • Semua Label
  • BUMN
  • D3/S1
  • Erek Erek
  • Fresh Graduate
  • Gaji & Tunjangan
  • Keuangan
  • Magang
  • Manufaktur
  • Perbankan
  • Pertambangan
  • SMA/SMK
  • Tips Karir

Cara Riset Perusahaan Sebelum Interview agar Jawaban Anda Lebih Meyakinkan HRD

Cara Riset Perusahaan Sebelum Interview
Cara Riset Perusahaan Sebelum Interview

Cara Riset Perusahaan Sebelum Interview

Banyak kandidat menghabiskan waktu berlatih menjawab pertanyaan interview, tetapi lupa melakukan satu hal yang sering menjadi pembeda antara kandidat biasa dan kandidat yang benar-benar siap: melakukan riset tentang perusahaan.

Emang penting?

...Jelas, ini termasuk hal penting loh!

Perlu diingat, proses interview sebenarnya dimulai jauh sebelum Anda bertemu recruiter. Setelah memahami cara melamar kerja lewat Email dan berhasil melewati seleksi awal perusahaan, tahap berikutnya adalah menunjukkan bahwa Anda benar-benar memahami perusahaan yang dilamar.

Tidak sedikit kandidat yang gagal dipanggil interview karena kurang memperhatikan tahap administrasi. Oleh karena itu, memahami tips tes administrasi pendaftaran kerja biar lolos verifikasi juga menjadi bagian penting sebelum mempersiapkan interview.

Catat ya....

Hampir semua recruiter dapat mengetahui apakah seorang pelamar benar-benar tertarik bekerja di perusahaan mereka atau hanya melamar secara asal. 

Hal tersebut biasanya terlihat dari cara kandidat menjawab pertanyaan, menghubungkan pengalaman dengan kebutuhan perusahaan, hingga kualitas pertanyaan yang diajukan di akhir interview.

Riset perusahaan bukan berarti Anda harus menghafal seluruh sejarah perusahaan. 

Tujuan utamanya adalah memahami bagaimana perusahaan bekerja, apa yang mereka cari, budaya kerjanya seperti apa, serta bagaimana Anda dapat memberikan kontribusi jika diterima bekerja.

Artikel ini membahas langkah-langkah riset perusahaan secara lengkap, mulai dari informasi apa yang harus dicari, sumber yang dapat dipercaya, hingga cara memanfaatkan hasil riset saat interview.

Mengapa Riset Perusahaan Sangat Penting?

Bagi recruiter, riset perusahaan menjadi salah satu indikator bahwa kandidat memiliki motivasi yang jelas. Hal ini sejalan dengan rahasia HRD dalam menyaring pelamar, di mana HRD tidak hanya melihat kemampuan teknis, tetapi juga keseriusan kandidat dalam mempersiapkan diri.

Melakukan riset sebelum interview memberikan banyak keuntungan, di antaranya:

  • Membantu menjawab pertanyaan interview dengan lebih relevan.

  • Menunjukkan antusiasme dan keseriusan kepada recruiter.

  • Mempermudah Anda memahami apakah perusahaan tersebut cocok dengan tujuan karier.

  • Mengurangi rasa gugup karena sudah mengetahui gambaran perusahaan.

  • Membantu menyiapkan pertanyaan yang berkualitas kepada interviewer.

Di sisi lain, datang ke interview tanpa mengetahui apa pun tentang perusahaan dapat memberikan kesan bahwa Anda kurang mempersiapkan diri.

Apa Saja yang Harus Diriset?

1. Pahami Bisnis Utama Perusahaan

Mulailah dari pertanyaan paling dasar.

  • Apa produk atau jasa yang mereka jual?

  • Siapa pelanggan mereka?

  • Bergerak di industri apa?

  • Apakah perusahaan melayani pasar lokal atau internasional?

Misalnya, jika Anda melamar di perusahaan teknologi, pahami apakah mereka bergerak di bidang software, e-commerce, fintech, logistik digital, atau layanan lainnya.

Dengan memahami bisnis perusahaan, Anda akan lebih mudah menghubungkan pengalaman kerja yang dimiliki dengan kebutuhan mereka.

2. Ketahui Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan

Hampir setiap perusahaan memiliki nilai (company values).

Contohnya seperti:

  • Customer First

  • Innovation

  • Integrity

  • Collaboration

  • Continuous Learning

Anda tidak perlu menghafalnya satu per satu. Namun, pahami makna di balik nilai tersebut sehingga ketika menjawab interview, jawaban Anda dapat selaras dengan budaya perusahaan.

Sebagai contoh, jika perusahaan sangat menekankan kolaborasi, Anda bisa menceritakan pengalaman bekerja dalam tim ketika menjawab pertanyaan interview.

Pembahasan ini juga dapat melengkapi persiapan Anda saat mempelajari pertanyaan interview HRD beserta contoh jawabannya.

3. Pelajari Produk atau Layanan

Jika memungkinkan, cobalah menggunakan produk mereka secara langsung.

Misalnya:

  • Mengunduh aplikasi mereka.

  • Mencoba website.

  • Mengunjungi toko.

  • Membaca ulasan pelanggan.

  • Menonton video demonstrasi produk.

Pengalaman langsung sering kali membuat jawaban Anda terasa lebih autentik dibanding hanya membaca profil perusahaan.

4. Cari Tahu Posisi Perusahaan di Industri

Tidak semua perusahaan merupakan market leader.

Cari tahu:

  • Siapa kompetitornya.

  • Apa keunggulan perusahaan.

  • Apa tantangan industrinya.

  • Tren yang sedang berkembang.

Anda tidak harus menjadi ahli industri, tetapi memahami kondisi umum akan membantu ketika interviewer membahas perkembangan bisnis.

Cari Informasi Mengenai Posisi yang Dilamar

Banyak pelamar hanya membaca judul lowongan. 

Padahal, deskripsi pekerjaan (job description) merupakan sumber informasi yang sangat penting.

Bahkan jika Anda merupakan fresh graduate atau belum memiliki pengalaman kerja yang panjang, riset perusahaan tetap bisa menjadi nilai tambah. 

Banyak kandidat berhasil diterima karena mampu menunjukkan potensi dan kesiapan kerja, sebagaimana dibahas dalam rahasia lolos lowongan kerja meski pengalaman nol.

Perhatikan:

  • Tanggung jawab utama.

  • Target pekerjaan.

  • Software yang digunakan.

  • Hard skill yang dibutuhkan.

  • Soft skill yang diharapkan.

  • Sistem kerja (WFO, hybrid, atau remote).

Kemudian cocokkan dengan pengalaman yang Anda miliki.

Cara ini juga membantu saat Anda sedang menyusun CV ATS yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan maupun menyesuaikan isi surat lamaran kerja yang lebih relevan dengan posisi yang dilamar.

Pelajari & Kenali Budaya Kerja Perusahaan

Budaya kerja sering menjadi alasan seseorang bertahan atau justru cepat mengundurkan diri.

Anda bisa mencari informasi mengenai:

  • Gaya kepemimpinan.

  • Fleksibilitas kerja.

  • Sistem komunikasi.

  • Pengembangan karyawan.

  • Program pelatihan.

  • Work-life balance.

Perlu diingat, budaya kerja dapat berbeda pada setiap divisi maupun cabang perusahaan. Karena itu, jangan menjadikan satu pengalaman individu sebagai gambaran mutlak.

Update Berita Terbaru Tentang Perusahaan

Cari informasi seperti:

  • Ekspansi bisnis.

  • Peluncuran produk baru.

  • Akuisisi.

  • Penghargaan.

  • Pendanaan.

  • Perubahan manajemen.

  • Kerja sama strategis.

Informasi terbaru dapat menjadi bahan percakapan yang baik saat interview, terutama jika relevan dengan posisi yang Anda lamar.

Kenali Interviewer Jika Memungkinkan (Opsional)

Pada beberapa undangan interview, nama interviewer dicantumkan.

Jika tersedia, Anda dapat melihat profil profesional mereka melalui platform seperti LinkedIn.

Bukan untuk mencari informasi pribadi, tetapi untuk memahami:

  • Jabatan.

  • Divisi.

  • Latar belakang profesional.

  • Pengalaman kerja.

Hal ini dapat membantu Anda memahami sudut pandang interviewer ketika berdiskusi.

Sumber Terbaik untuk Melakukan Riset

Website Resmi Perusahaan

Ini merupakan sumber informasi utama.

Biasanya Anda dapat menemukan:

  • Profil perusahaan

  • Produk

  • Layanan

  • Visi dan misi

  • Karier

  • Berita perusahaan

Mulailah riset dari sini sebelum membuka sumber lain.

LinkedIn Perusahaan

Di LinkedIn biasanya tersedia informasi mengenai:

  • Jumlah karyawan

  • Lowongan terbaru

  • Aktivitas perusahaan

  • Konten yang dibagikan

  • Profil para karyawan

Anda juga bisa melihat keterampilan yang umum dimiliki oleh orang-orang yang bekerja di sana.

Media Sosial

Instagram, Facebook, TikTok, atau YouTube sering memberikan gambaran mengenai:

  • Budaya kerja

  • Kegiatan kantor

  • Event internal

  • CSR

  • Aktivitas tim

Namun ingat, media sosial umumnya menampilkan sisi terbaik perusahaan sehingga tetap perlu dipadukan dengan sumber informasi lain.

Portal Berita

Cari pemberitaan mengenai perusahaan.

Misalnya:

  • Investasi

  • Perkembangan bisnis

  • Penghargaan

  • Masalah hukum

  • Ekspansi pasar

Pastikan menggunakan sumber berita yang kredibel.

Review Karyawan

Beberapa platform menyediakan ulasan mantan maupun karyawan aktif.

Informasi ini bisa memberikan gambaran mengenai:

  • Lingkungan kerja

  • Manajemen

  • Kesempatan promosi

  • Benefit

  • Tantangan pekerjaan

Namun bacalah secara objektif karena pengalaman setiap orang dapat berbeda.

Bagaimana Menggunakan Hasil Riset Saat Interview?

Inilah bagian yang paling penting.

Jangan mengatakan:

"Saya sudah membaca website perusahaan."

Sebaliknya, gunakan informasi tersebut untuk memperkuat jawaban.

Selain memahami perusahaan, Anda juga perlu mengetahui apa saja yang ditanya saat interview kerja? sehingga hasil riset yang sudah dilakukan dapat dimanfaatkan untuk menjawab pertanyaan dengan lebih spesifik dan relevan.

Contoh:

"Saya melihat perusahaan sedang memperluas layanan digital. Pengalaman saya mengelola proyek digital sebelumnya membuat saya tertarik karena saya merasa dapat berkontribusi pada proses tersebut."

Apabila Anda masih berlatih menghadapi interview, kumpulan contoh pertanyaan interview kerja dan jawabannya dapat membantu memahami pola pertanyaan yang paling sering muncul sekaligus cara menyusun jawaban yang lebih meyakinkan.

Jawaban seperti ini menunjukkan bahwa Anda memahami kondisi perusahaan sekaligus mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.

Pertanyaan yang Bisa Dijawab Lebih Baik Setelah Melakukan Riset

Beberapa pertanyaan interview yang sering muncul antara lain:

  • Mengapa ingin bekerja di perusahaan kami?

  • Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini?

  • Mengapa kami harus memilih Anda?

  • Apa yang membuat posisi ini menarik bagi Anda?

  • Apa kontribusi yang dapat Anda berikan?

Jika sudah melakukan riset, jawaban Anda akan terdengar jauh lebih spesifik dibanding jawaban yang bersifat umum.

Untuk mempersiapkan diri lebih menyeluruh, Anda juga dapat mempelajari cara menjawab alasan ingin bekerja di perusahaan ini.

Selain mempersiapkan jawaban mengenai perusahaan, jangan lupa berlatih cara perkenalan diri saat interview kerja yang baik dan meyakinkan HRD perusahaan karena pertanyaan pembuka sering kali menjadi kesempatan pertama untuk membangun kesan positif di hadapan interviewer.

Salah satu pertanyaan yang hampir selalu muncul adalah mengenai kekurangan diri. 

Agar jawaban Anda tetap jujur tanpa mengurangi peluang diterima, pelajari juga cara menjawab pertanyaan "Kelemahan Anda Apa" saa interview.

Contoh Riset Perusahaan Sebelum Interview

Misalkan Anda melamar sebagai Digital Marketing.

Hasil riset menunjukkan bahwa perusahaan:

  • Baru meluncurkan aplikasi baru.

  • Sedang meningkatkan jumlah pengguna.

  • Aktif beriklan di media sosial.

  • Memiliki blog perusahaan yang rutin diperbarui.

Saat interview Anda dapat mengatakan:

"Saya memperhatikan perusahaan sedang memperkuat strategi digital, terutama melalui media sosial dan content marketing. Pada pekerjaan sebelumnya saya pernah mengelola kampanye serupa sehingga saya tertarik untuk membantu meningkatkan performa pemasaran digital di sini."

Jawaban tersebut terdengar lebih meyakinkan dibanding hanya mengatakan bahwa Anda menyukai perusahaan tersebut.

Ketika menyampaikan jawaban, usahakan tidak berbicara terlalu panjang atau terlalu singkat. Banyak praktisi rekrutmen menyarankan menggunakan aturan 30-60-90 dalam wawancara agar jawaban tetap terstruktur, fokus, dan mudah dipahami interviewer.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Kandidat

Hanya Menghafal Profil Perusahaan

Recruiter lebih menghargai pemahaman dibanding hafalan.

Lucu nggak sih kalau kamu harus menghafal kayak lagi ujian di sekolahan! Sekali lagi, jangan dihapal tapi kamu perlu pemahaman.

Pahami dan ingat baik-baik!

Ini akan memuat kamu benar-benar terlihat seperti orang yang 'sudah' tahu hal-hal terkait dengan perusahaan yang sedang kamu lamar.

Pasti akan terlihat sangat berbeda!

Tidak Membaca Job Description

Akibatnya jawaban sering tidak relevan dengan kebutuhan posisi.

Setiap lowongan kerja, 

Pastinya sudah ada penjelasan tentang posisi apa yang tersedia untuk calon keryawan mereka. Hampir semua lowongan kerja sudah menyebutkan posisi yang akan mereka lamar.

Tugas kamu, cari tahu!

Posisi tersebut kerjaannya apa sih? Ini wajib kamu pahami sebelum melamar kerja untuk posisi tersebut. 

...Logikanya gini,

Masa kamu akan kerja di tempat yang kamu sendiri tidak tahu apa yang di kerjaan, tentunya perusahaan tidak menginginkan orang yang seperti itu.

Meskipun akan ada pelatihan atau masa training tapi kamu wajib paham gambaran secara umumnya. Apalagi kamu bisa menguasai secara detail, maka ini akan jadi nilai tambah buat kamu.

Menggunakan Informasi yang Sudah Kedaluwarsa

Pastikan informasi berasal dari sumber yang masih relevan. 

Gali informasi sedetail mungkin, dan cari informasi paling update dari perusahaan tersebut. Jangan memakai informasi yang sudah lama.

Jika memang tidak mendapatkan updatenya, maka wajib mengkonfirmasi terlebih dahulu sebelum kamu interview.

Terlalu Banyak Membahas Kompetitor

Fokus utama tetap pada perusahaan yang sedang Anda lamar.

Bertanya Sesuatu yang Sudah Dijelaskan di Website

Misalnya menanyakan produk utama perusahaan padahal informasi tersebut sangat mudah ditemukan.

Selain kesalahan yang sudah dijelaskan di atas, masih ada beberapa perilaku lain yang sebaiknya dihindari saat proses rekrutmen. 

Anda dapat mempelajari daftar lengkapnya pada pembahasan hal yang perlu dihindari saat interview kerja agar tidak melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dicegah.

Checklist Riset Sebelum Interview

Gunakan daftar berikut agar persiapan Anda lebih terarah.

  • Memahami bisnis perusahaan.

  • Mengetahui produk atau layanan.

  • Membaca visi, misi, dan nilai perusahaan.

  • Memahami deskripsi pekerjaan.

  • Mengetahui budaya kerja.

  • Membaca berita terbaru perusahaan.

  • Mengetahui perkembangan industri.

  • Menyiapkan contoh pengalaman yang relevan.

  • Menyiapkan minimal tiga pertanyaan untuk interviewer.

Persiapan yang matang tidak hanya mencakup riset perusahaan, tetapi juga memahami langkah wawancara kerja yang bikin HRD terkesan, mulai dari cara masuk ke ruang interview, menjawab pertanyaan, hingga menutup percakapan secara profesional.

Tips Agar Riset Tidak Memakan Waktu Terlalu Lama

Anda tidak harus menghabiskan berjam-jam melakukan riset.

Jika waktu terbatas, prioritaskan urutan berikut:

  1. Website resmi perusahaan.

  2. Deskripsi lowongan kerja.

  3. LinkedIn perusahaan.

  4. Berita terbaru.

  5. Media sosial perusahaan.

Dalam waktu sekitar 30–60 menit, Anda biasanya sudah memperoleh gambaran yang cukup untuk menghadapi interview.

Semakin siap Anda menghadapi interview, biasanya rasa gugup juga akan berkurang. Jika masih merasa cemas menjelang hari H, luangkan waktu untuk membaca cara menghilangkan rasa gugup saat interview agar dapat tampil lebih tenang dan percaya diri.

Penutup

Melakukan riset perusahaan sebelum interview bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar memahami posisi yang dilamar dan siap memberikan kontribusi. 

Semakin baik Anda mengenal perusahaan, semakin mudah pula menghubungkan pengalaman, keterampilan, dan tujuan karier dengan kebutuhan organisasi tersebut.

Di sisi lain, riset juga bermanfaat bagi Anda sebagai kandidat. Informasi mengenai budaya kerja, arah bisnis, hingga ekspektasi terhadap posisi yang dilamar dapat membantu menilai apakah perusahaan tersebut sesuai dengan nilai, minat, dan rencana karier jangka panjang. 

Dengan persiapan yang matang, Anda tidak hanya lebih percaya diri saat menjawab pertanyaan interview, tetapi juga dapat mengambil keputusan yang lebih tepat apabila nantinya menerima penawaran kerja.

Apabila hasil interview belum sesuai harapan, jangan langsung berkecil hati. Evaluasi kembali proses yang sudah Anda jalani dan pelajari berbagai ciri ciri gagal interview kerja agar Anda mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki pada kesempatan berikutnya.

FAQ

Berapa lama waktu yang ideal untuk riset perusahaan sebelum interview?

Umumnya 30 hingga 60 menit sudah cukup untuk memahami profil perusahaan, produk atau layanan, deskripsi pekerjaan, serta berita terbaru. 

Untuk posisi strategis atau level manajerial, Anda mungkin memerlukan waktu lebih lama agar memahami kondisi industri dan tantangan bisnis perusahaan.

Apakah saya harus mengetahui seluruh sejarah perusahaan?

Tidak. Fokuslah pada informasi yang relevan dengan posisi yang Anda lamar, seperti bisnis utama, produk, budaya kerja, visi perusahaan, dan perkembangan terbaru. 

Memahami informasi tersebut biasanya jauh lebih bermanfaat dibanding menghafal sejarah perusahaan.

Bagaimana jika perusahaan yang saya lamar masih baru atau informasinya sangat sedikit?

Gunakan semua sumber yang tersedia, seperti website resmi, media sosial, profil LinkedIn, atau berita lokal. 

Jika informasinya terbatas, Anda dapat menunjukkan inisiatif dengan mempelajari industri tempat perusahaan tersebut beroperasi dan mengaitkannya dengan pengalaman yang Anda miliki.

Apakah boleh menggunakan informasi dari review mantan karyawan?

Boleh, tetapi gunakan sebagai referensi tambahan. Pengalaman setiap karyawan bisa berbeda tergantung divisi, atasan, lokasi kerja, maupun periode waktu. 

Hindari menjadikan satu ulasan sebagai kesimpulan mutlak mengenai kondisi perusahaan.

Apakah interviewer benar-benar mengetahui jika saya tidak melakukan riset?

Dalam banyak kasus, ya. Hal tersebut biasanya terlihat dari jawaban yang terlalu umum ketika ditanya alasan melamar, pengetahuan tentang perusahaan, atau pertanyaan yang Anda ajukan di akhir interview. 

Kandidat yang telah melakukan riset umumnya mampu memberikan jawaban yang lebih spesifik, relevan, dan menunjukkan ketertarikan yang nyata terhadap perusahaan.

DISCLAIMER!! Seluruh informasi lowongan kerja yang ditampilkan di situs ini disediakan semata-mata sebagai bahan referensi. Kami tidak memiliki keterkaitan atau kerja sama resmi dengan instansi atau perusahaan penyedia lowongan tersebut. Untuk memastikan keakuratan informasi, kami sangat menyarankan agar pembaca melakukan verifikasi langsung melalui situs resmi atau kanal komunikasi resmi instansi terkait.

Informasi mengenai gaji, kualifikasi, deskripsi pekerjaan, dan tunjangan yang tercantum bersifat estimatif dan dapat berbeda dari informasi sebenarnya.

Waspadai penipuan! Proses rekrutmen resmi tidak memungut biaya apapun. Jika ada pihak yang mengatasnamakan instansi tertentu dan meminta pembayaran dalam bentuk apapun, harap berhati-hati dan segera lakukan pengecekan lebih lanjut.

Kami menegaskan bahwa situs ini tidak pernah meminta biaya kepada pengguna untuk mengakses informasi lowongan kerja yang tersedia.

Posting Komentar