Daftar Isi
Presiden China Xi Jinping kembali melakukan perombakan besar-besaran di tubuh Partai Komunis China (PKC). Sebanyak 33 pejabat tinggi resmi dikeluarkan dari partai dalam pertemuan elite yang berlangsung pekan ini.
Pemecatan Massal dan Rekor Kursi Kosong
Mengutip The Guardian, sebanyak 33 pejabat resmi dikeluarkan dari PKC setelah pemecatan mereka disahkan dalam Sidang Pleno Kelima yang berlangsung pada 26 hingga 29 Oktober 2026. Dari 376 anggota tetap dan anggota pengganti Komite Sentral PKC yang ditetapkan pada 2022, hanya 279 orang yang menghadiri pertemuan kali ini. Terdapat 97 orang atau sekitar 25,8 persen dari jumlah awal yang tidak hadir, mencatatkan tingkat ketidakhadiran tertinggi dalam sejarah modern pertemuan pleno PKC sejak berakhirnya era Mao Zedong.
Jumlah peserta yang hadir terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir, di mana Sidang Pleno Ketiga Juli 2024 dihadiri 364 orang dan Sidang Pleno Keempat Oktober 2025 dihadiri 315 orang. Di antara 33 pejabat yang pemecatannya disahkan, terdapat sejumlah nama besar seperti Zhang Youxia yang pernah menjadi orang nomor dua dalam struktur kepemimpinan militer China setelah Xi Jinping, mantan Sekretaris Partai Komunis di Xinjiang Ma Xingrui, mantan pejabat senior diplomasi Liu Jianchao, mantan Menteri Perindustrian Jin Zhuanglong, serta mantan Ketua Komisi Regulasi Sekuritas China Yi Huiman. Sebanyak 16 orang dari total pejabat yang dipecat berasal dari kalangan militer.
Peningkatan Tajam Pembersihan Pejabat
Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia terhadap komunike resmi PKC, jumlah pemecatan mengalami lonjakan tajam dari 10 pejabat pada Sidang Pleno Kelima 2015 dan tiga pejabat pada Sidang Pleno Ketiga 2024. Jumlah tersebut meningkat menjadi 14 orang pada Sidang Pleno Keempat Oktober 2025, sebelum akhirnya melonjak menjadi 33 orang pada Oktober 2026.
Wakil Sekretaris Komisi Pusat Inspeksi Disiplin PKC Zhang Fuhai mengungkapkan dalam konferensi pers pada Jumat (30/10/2026) bahwa sejak Xi berkuasa pada 2012, lembaga pengawas China telah menangani 8,105 juta kasus dan menjatuhkan sanksi terhadap 7,922 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 963 merupakan pejabat yang berada di bawah pengelolaan dan pengawasan langsung Komite Sentral PKC.
Dampak terhadap Struktur Militer dan Kepemimpinan
Neil Thomas, peneliti senior dari lembaga pemikir Asia Society, menilai semakin banyaknya kursi kosong dalam pertemuan tersebut memperlihatkan besarnya perhatian Xi terhadap penegakan disiplin internal partai, sementara pengamat lain mempertanyakan apakah kampanye tersebut turut digunakan untuk menyingkirkan pejabat yang dianggap tidak loyal. Komisi Militer Pusat yang sebelumnya memiliki tujuh anggota kini hanya menyisakan dua orang, yakni Xi Jinping dan Zhang Shengmin, setelah serangkaian pemecatan.
Zhang Shengmin yang berperan dalam pengawasan disiplin mendapatkan promosi dan diangkat menjadi anggota Politbiro PKC, sehingga kini menjadi satu-satunya perwakilan militer dalam jajaran tersebut. Perubahan ini berlangsung menjelang Kongres Nasional PKC ke-21 yang dijadwalkan pada paruh kedua 2027, di mana Xi diperkirakan akan melanjutkan kepemimpinannya untuk periode keempat.
Kongres Nasional PKC pada 2027 akan menjadi momentum penting untuk melihat bagaimana Xi Jinping menyusun kembali jajaran kepemimpinannya setelah gelombang pemecatan besar-besaran, di tengah tantangan terbatasnya pilihan pejabat yang siap mengisi posisi penting serta berbagai persoalan ekonomi dan geopolitik yang harus dihadapi China.






