Internasional

RI Gandeng Qatar, Turki, dan Pakistan dalam Aliansi Badr

Indonesia secara resmi menyepakati kerja sama strategis pertahanan Badr bersama Qatar, Turki, dan Pakistan. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk inisiatif pertahanan tersebut berlangsung di Doha, Qatar.

Fokus Utama Kerja Sama Pertahanan

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Vahd Nabyl Mulachela menyampaikan pada Kamis (22/10) bahwa proyek percontohan ini mencakup tiga bidang utama. Inisiatif yang digagas oleh Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal TNI Yusuf Djauhari tersebut menjadi pijakan baru untuk memajukan sektor pertahanan keempat negara.

Bidang pertama berfokus pada riset, pengembangan, serta alih teknologi demi mendorong inovasi melalui penggabungan keahlian dari seluruh negara peserta. Bidang kedua meliputi kolaborasi industri dan manufaktur untuk membuka peluang investasi sekaligus pembuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang tangguh dan kompetitif. Sementara itu, bidang ketiga difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk meningkatkan kapasitas tenaga ahli di sektor industri pertahanan.

Penguatan Rantai Pasok Global

Seperti dilaporkan CNBC Indonesia, Vahd menjelaskan bahwa kemitraan strategis ini dibangun di atas landasan saling percaya, kesetaraan, timbal balik, dan kepentingan bersama. Meski rincian sasaran industri secara spesifik belum difinalisasi, pemilihan ketiga negara mitra didasarkan pada potensi yang saling melengkapi.

“Tentu yang utama adalah kita ingin meningkatkan kemampuan nasional kita, dan dalam hal ini kita bermitra dengan negara-negara yang tentunya sudah dipertimbangkan memiliki kualifikasi,” ucap Vahd.

Langkah taktis ini selaras dengan strategi Indonesia untuk memperluas diversifikasi kerja sama dengan berbagai mitra internasional guna memperkuat posisi nasional di dalam rantai pasok global.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *