Kepolisian mengamankan pengemudi truk molen berpelat nomor B 9548 MV yang menabrak kerumunan orang di Jalan Cut Mutia, Bekasi, hingga menyebabkan enam warga meninggal dunia. Aparat kepolisian memastikan bakal menginvestigasi peristiwa tersebut secara mendalam.
Penyelidikan Secara Ilmiah dan Transparan
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menyelesaikan penanganan perkara ini secara terbuka dengan menerapkan metode investigasi kejahatan ilmiah. Seluruh langkah hukum yang diambil akan berlandaskan pada fakta-fakta yang ditemukan di lapangan sebagai bentuk tanggung jawab kepada publik dan keluarga korban.
Kombes Putu Kholis mendatangi langsung lokasi kejadian untuk memimpin penanganan darurat serta mengoordinasikan tindakan awal kepolisian. Para korban tewas dievakuasi ke RS Siloam Rawa Panjang dan RSUD Kota Bekasi, sementara para korban yang mengalami luka-luka mendapatkan perawatan medis di RS Juwita dan RS Siloam Rawa Panjang.
Pihaknya menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dalam musibah tersebut. Jajaran kepolisian langsung diterjunkan sesaat setelah laporan diterima guna memastikan evakuasi dan pertolongan berjalan cepat, serta mendoakan kesembuhan bagi korban yang tengah menjalani perawatan.
Olahan Tempat Kejadian Perkara dan Rekonstruksi
Selain mengamankan pengemudi berinisial TM, petugas turut menyita kendaraan truk molen tersebut sebagai barang bukti. Serangkaian tindakan investigasi seperti olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi-saksi, serta analisis rekaman kamera pengawas telah dijalankan untuk mengungkap pemicu kecelakaan tersebut.
Tim Traffic Accident Analysis Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dijadwalkan mendatangi lokasi pada Senin (2/11) guna melakukan rekonstruksi peristiwa secara ilmiah. Evakuasi kendaraan dari badan jalan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak perusahaan pemilik truk untuk mendatangkan mobil derek.
Ruas jalan di sekitar lokasi ditutup sementara selama proses pemindahan kendaraan berlangsung. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan rekaman visual korban demi menjaga privasi dan menghormati keluarga yang sedang berduka, serta meminta publik memantau perkembangan informasi melalui kanal resmi kepolisian.
Sumber: News - Detikcom







