Internasional

Puluhan Ribu Relawan Bangun 108 Stupa Buddha di Bhutan

Puluhan Ribu Relawan Bangun 108 Stupa Buddha di Bhutan
Daftar Isi
  1. Pembangunan Stupa di Perbatasan India
  2. Tantangan Ekonomi dan Visi Kota Baru
  3. Ambisi Kripto dan Konektivitas

Puluhan ribu relawan turut serta dalam pembangunan 108 stupa Buddha di kota “kesadaran” baru Bhutan. Langkah ini dilakukan saat kerajaan di Pegunungan Himalaya tersebut memulai proyek ambisius untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Pembangunan Stupa di Perbatasan India

Stupa-stupa setinggi 15 meter tersebut dipasang pada hari Minggu di sepanjang 12 kilometer tepi sungai dekat perbatasan India. Lokasi tersebut merupakan area pembangunan masa depan Gelephu Mindfulness City, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Lebih dari 40.000 relawan berpartisipasi membangun struktur-struktur tersebut sebagai wujud doa yang diabadikan dalam batu dan tanah setelah mulai bekerja lewat tengah malam, menurut keterangan para pejabat. Angka 108 sendiri merupakan angka yang sakral dalam ajaran Buddha yang banyak dianut di Bhutan.

Sekitar 200.000 orang atau hampir seperempat dari total populasi hadir dalam upacara tersebut. Raja Bhutan Jigme Khesar Namgyel Wangchuck menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut dalam pidatonya.

Tantangan Ekonomi dan Visi Kota Baru

Para pemimpin Bhutan berharap Gelephu Mindfulness City, yang digagas oleh sang raja dan dirancang oleh arsitek asal Denmark, dapat mendongkrak perekonomian negara. Proyek ini juga diharapkan mampu membujuk lebih banyak anak muda untuk tetap tinggal dengan menarik investasi di bidang bisnis berkelanjutan, teknologi hijau, pendidikan, pariwisata, dan layanan keuangan.

Bhutan saat ini menghadapi tantangan ekonomi yang masif, mulai dari pengangguran yang meningkat, penurunan angka kelahiran, hingga migrasi massal para pekerja terampil. Kota tersebut saat ini merupakan sebuah kota kecil berpenduduk sekitar 10.000 jiwa di bagian selatan Bhutan, berbatasan dengan India, serta berjarak sekitar 240 kilometer di sebelah selatan ibu kota Thimphu.

Sang raja mendirikan zona khusus tersebut melalui piagam kerajaan pada tahun 2024 dengan tujuan menciptakan pusat ekonomi yang dinamis. Negara terpencil di Himalaya dengan populasi di bawah 800.000 jiwa yang terjepit di antara Tiongkok dan India ini dikenal dengan kebijakan yang memprioritaskan kebahagiaan nasional bruto di samping pertumbuhan ekonomi.

Ambisi Kripto dan Konektivitas

Para analis sempat mempertanyakan apakah Bhutan mampu menarik investasi yang memadai untuk mewujudkan visi kota baru tersebut. Namun, miliarder asal India sekaligus pimpinan konglomerasi pelabuhan hingga energi Gautam Adani telah bergabung sebagai anggota pendiri proyek ini pada bulan Januari.

Lokasi tersebut direncanakan akan terhubung dengan jaringan kereta api India di negara bagian Assam yang berdekatan, sementara bandara internasional dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2029. Proyek ini turut terhubung dengan ambisi mata uang kripto Bhutan, di mana kerajaan tersebut menambang Bitcoin menggunakan surplus tenaga air dan berjanji menggunakan aset digital untuk mendukung pembangunan kota.

Bishnu Maya Moktang, seorang warga berusia 56 tahun yang menghadiri upacara tersebut, menyatakan antusiasmenya terhadap kota kesadaran yang akan datang. Ia merasa beruntung bisa menyaksikan perkembangan wilayah tersebut semasa hidupnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *