Daftar Isi
Seorang petugas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) di Texas resmi didakwa oleh dewan juri agung atas tuduhan sengaja menabrak seorang pekerja konstruksi asal Meksiko. Peristiwa yang melibatkan petugas bernama Mario Alberto Morales tersebut terjadi di Houston pada awal Oktober lalu.
Dakwaan Penyerangan dan Kronologi Kejadian
Jaksa Wilayah Harris County, Sean Teare, mengumumkan pada Jumat bahwa Morales menghadapi dakwaan penyerangan berat menggunakan senjata mematikan terkait insiden tanggal 10 Oktober. Tindakan kriminal terhadap petugas imigrasi federal tergolong jarang terjadi di tengah kebijakan pengetatan imigrasi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, meskipun sejumlah insiden sempat memicu penyelidikan.
Korban bernama Miguel Parra-Hernandez yang berusia 48 tahun merupakan seorang imigran yang telah bermukim di Harris County selama lebih dari tiga dekade. Teare menyatakan bahwa korban tidak memiliki catatan kriminal sama sekali. Berdasarkan keterangan penyidik, Parra-Hernandez sedang melarikan diri dari kejaran agen federal ketika sebuah mobil Jeep Cherokee hitam tanpa identitas menabraknya di sebuah area parkir dekat Clay Road dan Highway 6. Akibat kejadian itu, korban mengalami patah tulang parah pada kaki kanan serta cedera engkel yang mengharuskannya menjalani operasi.
Perbedaan Keterangan dan Rekaman Video
Dakwaan ini muncul setelah terjadi perselisihan antara pihak kejaksaan lokal dan otoritas federal mengenai kronologi peristiwa. Pihak ICE bersikeras bahwa korban berlari ke arah depan kendaraan dan menepis tuduhan bahwa petugas sengaja menabraknya sebagai klaim yang ceroboh dan tidak benar. Namun, Teare menegaskan bahwa rekaman kamera pengawas membantah klaim dari badan imigrasi tersebut.
Rekaman itu memperlihatkan kendaraan utilitas sport tersebut melintasi pembatas jalan dan mengejar korban yang sedang berlari menjauh. Kendati sudut pandang tertutup oleh kendaraan lain pada detik-detik benturan terjadi, rekaman tersebut menampilkan korban sudah tergeletak di atas tanah beberapa saat kemudian. Otoritas setempat juga merilis rekaman kamera tubuh yang memperlihatkan Morales mengakui dirinya menabrak korban menggunakan kendaraannya.
Di samping itu, Teare menuding otoritas federal tidak kooperatif dalam proses investigasi karena memindahkan kendaraan Jeep tersebut sebelum tim penyidik lokal sempat memeriksa keberadaan barang bukti. Surat perintah penggeledahan yang diperoleh media lokal menunjukkan bahwa pihak penyidik belum diizinkan mengakses kendaraan tersebut hingga tanggal 23 Oktober.
Penyelidikan Kasus Lain di Houston
Kasus ini turut menimbulkan tanda tanya terkait target operasi penangkapan tersebut. Pihak ICE mengeklaim bahwa para agen sedang memburu seorang pria bernama Jose Mendoza-Cervantes yang diyakini bepergian bersama korban. Kendati demikian, putri Mendoza-Cervantes menyampaikan kepada The New York Times bahwa ayahnya telah meninggal dunia pada tahun 2017. Keluarga Parra-Hernandez juga membantah bahwa kedua pria tersebut saling mengenal.
Dakwaan terhadap Morales dijatuhkan di tengah penyelidikan yang masih berlangsung oleh Kantor Kejaksaan Wilayah Harris County terkait penembakan fatal terhadap warga Meksiko lainnya bernama Lorenzo Salgado Araujo pada tanggal 7 Juli. Dalam insiden tersebut, seorang petugas ICE bernama Gregory Feathers dituduh melepaskan tembakan ke arah mobil yang dikendarai Salgado Araujo saat hendak berangkat kerja di Houston. Pihak berwenang federal mengeklaim petugas bertindak untuk membela diri, sementara para penumpang yang selamat di dalam kendaraan menolak klaim tersebut.






