Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berupaya memastikan ketersediaan pangan melalui proyeksi neraca pangan nasional 2026 yang memperlihatkan produksi delapan komoditas melampaui kebutuhan dalam negeri. Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), total produksi kedelapan komoditas tersebut diproyeksikan mencapai 72,91 juta ton dengan kebutuhan nasional di angka 68,22 juta ton, sehingga menghasilkan surplus agregat sekitar 4,69 juta ton.
Swasembada Delapan Komoditas Pangan
Adapun delapan komoditas yang telah mencapai swasembada meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa capaian swasembada tersebut menandai perkembangan penting dalam upaya penguatan kemandirian pangan nasional.
“Pangan kita sudah berhasil swasembada di 8 komoditas. Beras sudah penuh swasembada,” ujar Zulkifli Hasan seperti dilaporkan detikcom pada Kamis (29/10/2026).
Berdasarkan rincian neraca, komoditas jagung diproyeksikan menghasilkan produksi 18 juta ton dengan kebutuhan sebesar 16,44 juta ton atau surplus 1,56 juta ton. Gula konsumsi diperkirakan mencatat produksi 3,04 juta ton berbanding kebutuhan 2,84 juta ton dengan surplus 207 ribu ton. Pada sektor peternakan, daging ayam ras diproduksi sebanyak 4,90 juta ton untuk memenuhi kebutuhan 4,02 juta ton atau surplus 876 ribu ton, sementara telur ayam ras mencapai 6,99 juta ton dari kebutuhan 6,47 juta ton dengan surplus 516 ribu ton.
Untuk komoditas hortikultura, cabai besar mencatatkan proyeksi produksi 1,52 juta ton dengan kebutuhan 929 ribu ton atau surplus 588 ribu ton. Cabai rawit memiliki produksi 1,51 juta ton berbanding kebutuhan 914 ribu ton dengan surplus 595 ribu ton, sedangkan bawang merah diperkirakan mencapai 1,32 juta ton melampaui kebutuhan 1,25 juta ton dengan surplus 63 ribu ton.
Rekor Pengadaan Beras Perum BULOG
Di samping swasembada pangan, sektor perberasan mencatatkan rekor pengadaan beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP) melalui Perum BULOG. Realisasi pengadaan dengan skema Public Service Obligation (PSO) hingga 11 Oktober 2026 menembus 4.131.492 ton setara beras, yang melampaui target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton atau mencapai 103,29 persen.
Angka pengadaan tersebut melampaui capaian sepanjang 2025 yang berada di angka 3.191.969 ton setara beras serta memecahkan rekor pengadaan tertinggi sebelumnya pada 2012 ketika BULOG menyerap sekitar 3,65 juta ton beras. Tingginya realisasi pengadaan tersebut mendongkrak stok CBP hingga menembus 4,6 juta ton per 11 Oktober 2026.
Stok tersebut memberikan instrumen bagi pemerintah untuk menjaga stabilisasi pasokan serta harga beras, sekaligus memenuhi kebutuhan intervensi pasar maupun program bantuan pangan. Seluruh pencapaian swasembada delapan komoditas dan rekor pengadaan beras ini menjadi indikator dalam perjalanan kebijakan pangan selama dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sumber: Finance - Detikcom




