Food

Netizen Bantu UMKM Kuliner yang Mundur dari RANS Carnival

Netizen Bantu UMKM Kuliner yang Mundur dari RANS Carnival

Sejumlah gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner memilih mengundurkan diri dari festival RANS Carnival 2026 yang rencananya digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Keputusan tersebut memicu solidaritas dari netizen yang beramai-ramai membantu melariskan stok makanan yang telanjur diproduksi.

Dukungan Netizen untuk UMKM yang Mundur

Beberapa pengelola UMKM kuliner mengumumkan pengunduran diri mereka melalui media sosial, seperti Roti Gembong Gedhe, Klepon Gendhis, Pisang Madu Nyonya, Kalapaa, Ayam Tetanggamu, serta Jeruk Lokal Maguwoharjo. Pihak Roti Gembong Gedhe menyatakan bahwa mereka telah memproduksi roti dalam jumlah besar untuk acara tersebut sebelum akhirnya memutuskan mundur, dan menyebarkan stoknya ke cabang-cabang di Tajem, Jalan Solo, dan Gejayan.

Keputusan tersebut mendapat sambutan positif dari warganet yang langsung memborong produk dan menitipkannya kepada pengemudi ojek online atau dibagikan ke panti asuhan serta warga sekitar. Melalui akun Threads, pihak Roti Gembong Gedhe menyampaikan apresiasi atas bantuan para pembeli yang memesan roti mereka selepas membatalkan keikutsertaan dari acara di Stadion Maguwoharjo.

Hal senada disampaikan oleh Pisang Madu Nyonya yang mengucapkan terima kasih kepada warga Yogyakarta atas dukungan dan antusiasme tinggi yang diberikan. Ungkapan syukur serupa juga diutarakan oleh Klepon Gendhis dan Kalapaa, di mana para pemilik usaha mengaku kewalahan atas banyaknya pesanan dari warganet setelah memutuskan mundur dari festival kuliner itu.

Klarifikasi Raffi Ahmad

Mundurnya sejumlah gerai UMKM kuliner di RANS Carnival 2026 tersebut disinyalir terjadi karena dinamika sorotan publik kepada Raffi Ahmad selaku penyelenggara acara, setelah dirinya sempat menghadiri deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta. Raffi Ahmad lantas memberikan klarifikasi melalui akun miliknya bahwa kehadirannya dalam kegiatan tersebut murni sebagai tamu undangan yang informasinya baru diterima pada malam sebelum acara.

Raffi Ahmad menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam perencanaan, penyusunan, maupun detail susunan acara serta pihak-pihak yang hadir. Ia juga membantah tuduhan yang menyebut dirinya mengatur kemunculan salah satu merek dalam acara tersebut dan menyatakan bahwa fasilitas pembatas jalan yang menampilkan merek itu sudah berdiri jauh sebelum kehadirannya.

Selain menghormati masyarakat yang menyampaikan aspirasi pada 28 Oktober 2026 karena berpendapat adalah hak penting bagi mahasiswa, ia menyatakan sikap terbuka terhadap masukan dan evaluasi publik. Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa kritik yang dialamatkan kepadanya semestinya berlandaskan fakta dan bukan sekadar tuduhan maupun fitnah.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *