Pebalap Indonesia Veda Ega sukses menorehkan prestasi gemilang dengan finis di posisi kedua pada ajang Moto3 Malaysia 2026. Momen menarik tertangkap kamera ketika pebalap muda tersebut menawarkan camilan khas Gunungkidul, belalang goreng, kepada sang juara Maximo Quiles di atas podium Sirkuit Sepang, Malaysia, pada Sabtu (1/11).
Aksi Veda Ega di Podium Moto3 Malaysia 2026
Berdasarkan laporan detikSport (1/11), Veda Ega memulai balapan dari posisi kedelapan. Sementara itu, pebalap asal Aspar Team yakni Maximo Quiles menempati posisi start terdepan. Pertarungan sengit di lintasan tersebut akhirnya membawa Veda Ega mengamankan posisi runner-up di bawah Quiles.
Di luar persaingan balap, interaksi kedua pebalap di atas podium menjadi pusat perhatian setelah video kebersamaan mereka beredar di media sosial. Dalam tayangan tersebut, pebalap berusia 17 tahun itu tampak membawa sebuah kotak transparan berisi belalang goreng atau walang goreng.
Veda Ega memperlihatkan kotak tersebut kepada Quiles yang berdiri di dekatnya. Mendapati makanan yang tidak biasa itu, Quiles menunjukkan ekspresi terkejut sekaligus takut. Veda Ega sempat mencicipi belalang goreng tersebut sebelum naik ke podium, sementara Quiles memilih untuk menolak tawaran tersebut.
Mengenal Belalang Goreng Khas Gunungkidul
Bagi Veda Ega, belalang goreng merupakan makanan yang sudah sangat akrab. Camilan ini berasal dari Gunungkidul, Yogyakarta, yang merupakan tempat kelahiran sang pebalap. Makanan tradisional tersebut juga menjadi buah tangan yang sangat digemari oleh para pelancong yang berkunjung ke sana.
Bahan utama yang digunakan adalah jenis belalang sawah yang memiliki warna kecokelatan. Pengolahannya dilakukan dengan membersihkan bagian sayap serta kaki belalang sebelum digoreng sampai garing. Tanpa tambahan bumbu pun, camilan ini sudah mempunyai rasa yang gurih alami.
Biasanya, pengolahan bumbu melibatkan bawang putih, garam, serta ketumbar. Tersedia pula pilihan rasa manis dan pedas untuk camilan tersebut. Banyak orang menyukai makanan berbahan dasar serangga ini karena menawarkan tekstur yang renyah serta kandungan protein yang tinggi.
Kepopuleran belalang goreng di Gunungkidul berkaitan erat dengan kondisi geografis wilayah tersebut. Ketersediaan banyak pepohonan serta lahan pertanian yang luas menjadikan daerah itu sebagai habitat yang sangat baik bagi perkembangan belalang.
Meskipun terdengar tidak lazim bagi sebagian orang, konsumsi belalang goreng dinyatakan halal bagi umat Islam. Merujuk pada catatan Halal Corner (9/11/2024), belalang termasuk kategori serangga yang bangkainya tetap halal untuk dimakan berdasarkan keterangan dari hadis riwayat Ahmad, Ibnu Majah, Ad-Daru Quthni, dan At-Tirmidzi yang menyebutkan dihalalkannya ikan dan belalang.
Sumber: Food - Detikcom







