BUMN

Menaker Yassierli Apresiasi Program Magang Nasional BRI

Menaker Yassierli Apresiasi Program Magang Nasional BRI
Daftar Isi
  1. Peninjauan Program dan Peran Mentor
  2. Partisipasi dan Penempatan Peserta
  3. Kurikulum dan Penyerapan Tenaga Kerja

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi pelaksanaan Program Magang Nasional di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para lulusan perguruan tinggi atau fresh graduate agar dapat memperoleh pengalaman kerja langsung di dunia industri.

Peninjauan Program dan Peran Mentor

Dalam kunjungannya, Yassierli meninjau langsung pelaksanaan program magang, berdialog dengan peserta serta mentor, dan bertemu dengan sejumlah alumni yang kini telah berkarya di BRI. Yassierli memuji pelaksanaan program tersebut, khususnya dalam hal pendampingan mentor serta penyusunan program pembelajaran terstruktur selama enam bulan.

Yassierli menjelaskan bahwa para mentor di BRI berperan aktif merancang proses pembelajaran secara rinci, mulai dari kompetensi yang harus dipelajari, praktik kerja, hingga pengelolaan proyek selama magang. Proses itu dinilai mampu mempersiapkan peserta untuk mengikuti sertifikasi profesi pada akhir program.

“Saya mengapresiasi BRI karena programnya dirancang dengan sangat baik. Mentor membantu menyiapkan secara detail selama enam bulan peserta akan belajar apa, mempraktikkan apa, dan mengelola proyek apa. Harapannya, sampai akhir bulan keenam mereka sudah memiliki pengalaman dan kompetensi yang cukup untuk memasuki dunia kerja,” ujar Yassierli, Jumat (23/10/2026).

Partisipasi dan Penempatan Peserta

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa peserta magang dilibatkan secara langsung dalam pekerjaan, didampingi mentor, serta mempelajari penerapan ilmu pengetahuan di dunia kerja. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk membangun karier di BRI maupun perusahaan lain.

Tahun 2026 menandai tahun kedua keikutsertaan BRI dalam Program Magang Nasional sejak dimulai pada 2025. Total peserta yang mengikuti program di BRI telah mencapai 1.354 orang, dengan rincian 571 peserta pada tiga batch tahun 2025 dan 783 peserta aktif pada penyelenggaraan tahun ini.

Dari total peserta aktif tahun ini, sebanyak 436 orang ditempatkan di 65 grup Kantor Pusat BRI seperti bidang teknologi informasi, manajemen risiko, wealth management, hingga bisnis ultramikro. Sementara itu, 347 peserta lainnya disebar di 17 Regional Office BRI yang mencakup wilayah dari Medan hingga Jayapura.

Hery mengungkapkan bahwa penempatan peserta di berbagai daerah bertujuan memperluas akses pengalaman kerja bagi generasi muda agar tidak terpusat di Jakarta dan kota-kota besar saja.

Kurikulum dan Penyerapan Tenaga Kerja

Guna memastikan proses pembelajaran terarah, BRI menerapkan kurikulum BRILiaN Internship Assistant Program. Kurikulum ini membekali peserta dengan berbagai kompetensi seperti analisis data, administrasi operasional, komunikasi efektif, pengetahuan perbankan, penyusunan laporan, hingga penerapan keilmuan di unit kerja.

Dampak positif program ini terlihat dari penyerapan alumni tahun pertama, di mana sebanyak 133 orang dari total 571 peserta magang 2025 kini telah direkrut bekerja di lingkungan BRI.

Meski demikian, Hery menegaskan bahwa keberhasilan program magang tidak diukur dari jumlah peserta yang direkrut saja. Tujuan utamanya adalah membekali peserta dengan kompetensi, etos kerja, dan rasa percaya diri yang kuat saat memasuki dunia profesional.

“Bagi kami, yang terpenting adalah setelah menyelesaikan program ini mereka memiliki bekal yang semakin kuat untuk menghadapi dunia kerja. Apa pun pilihan karier mereka ke depan, kami ingin pengalaman selama berada di BRI memberikan nilai tambah bagi perjalanan profesional mereka,” tutur Hery.

Pemerintah sendiri menargetkan 150 ribu peserta dapat mengikuti Program Magang Nasional pada 2026 untuk mendapatkan pengalaman kerja dan pemahaman industri selama enam bulan. BRI menilai keterlibatan dalam program ini sebagai komitmen mendukung pengembangan talenta muda sekaligus sumber daya manusia demi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *