Daftar Isi
Berawal dari profesi karyawan honorer dengan penghasilan minim, seorang pria asal Mamuju bernama Uppi kini sukses bertransformasi menjadi kreator konten populer. Melalui akun media sosialnya, ia membagikan video aktivitas memancing sekaligus mengolah hasil tangkapan tersebut langsung di atas perahu.
Awalnya Bekerja sebagai Karyawan Honorer
Sebelum dikenal luas melalui platform digital, Uppi bekerja sebagai karyawan honorer di bawah naungan Pemerintah Daerah Mamuju. Berdasarkan keterangannya kepada detikFood pada Kamis (24/10), ia menerima gaji sekitar Rp500 ribu per bulan dari pekerjaannya tersebut. Jumlah pendapatan itu dinilai belum mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, sehingga ia memutuskan mencari sumber penghasilan tambahan dengan turun ke laut untuk memancing dan menjual ikan apabila hasil tangkapannya berlebih.
Perjuangan sebagai Konten Kreator dan Pandemi COVID-19
Di sela-sela aktivitasnya sebagai pekerja honorer dan nelayan, Uppi mulai merintis kanal YouTube untuk mengunggah video kegiatan memancingnya di perairan sekitar Mamuju. Perjuangan tersebut membutuhkan waktu panjang karena setelah dua tahun berjalan, meski kanalnya sudah termonetisasi, ia belum bisa mencairkan penghasilan akibat minimnya jumlah penonton. Situasi hidup semakin berat tatkala pandemi COVID-19 menerpa dan menyebabkan dirinya kehilangan pekerjaan sebagai honorer.
Dalam kondisi sulit tersebut, Uppi mulai mengevaluasi strategi kontennya agar mampu menarik minat penonton lebih luas. Selama di laut, ia bersama istrinya yang bertugas mengolah ikan sebenarnya sudah terbiasa memasak atau membakar hasil pancingan langsung di perahu untuk makan sehari-hari, tetapi momen itu belum pernah direkam sebagai materi video. Menyadari aktivitas memasak di tengah laut memiliki daya tarik tersendiri, ia kemudian memadukan kegiatan memancing dan memasak dalam satu video.
Raup Jutaan Penonton hingga Pengalaman Unik di Laut
Konsep baru tersebut mulai rutin dibagikannya melalui YouTube, TikTok, Instagram, Facebook, hingga Threads. Pendekatan sederhana itu ternyata mendatangkan sambutan hangat dari warganet, membuat video-videonya kini ditonton hingga jutaan kali dan mengubah aktivitas mencari ikan menjadi karier kreatif yang menjanjikan di media sosial.
Uppi tetap menjalankan aktivitas pembuatan konten di kampung halamannya di Lingkungan Bulutakkang, Mamuju, Sulawesi Barat, dengan lokasi memancing yang terkadang sangat dekat dari tempat tinggalnya, seperti saat mencari cumi-cumi berjarak sekitar 50 meter dari rumah. Di balik kesuksesannya saat ini, perjalanan Uppi diwarnai berbagai tantangan, termasuk kehilangan tiga unit telepon seluler yang dipakai sebagai kamera karena terjatuh ke laut pada masa awal merintis konten dengan peralatan seadanya.
Selain kehilangan gawai, ia juga pernah menghadapi situasi menegangkan di laut ketika tali jangkar perahunya tersangkut atau ditarik oleh ikan pari berukuran besar hingga perahu terseret layaknya mesin yang menyala. Jika situasi tersebut berlangsung lama dan tali jangkar tidak bisa diselamatkan, ia terpaksa memotongnya, sementara di kesempatan lain ia juga pernah melihat hiu tutul mendekati perahunya.
Sumber: Food - Detikcom





