Ekonomi & Bisnis

KKP Dampingi Pemda Pastikan Tata Ruang KNMP Sesuai Aturan

KKP Dampingi Pemda Pastikan Tata Ruang KNMP Sesuai Aturan

Kementerian Kelautan dan Perikanan memastikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah pesisir dan laut berjalan sejalan dengan ketentuan tata ruang serta peraturan perundang-undangan. Langkah ini dilakukan melalui pendampingan proaktif kepada pemerintah daerah dalam menyiapkan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut yang berfungsi sebagai izin dasar.

Pentingnya Perizinan Tata Ruang Laut

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa dokumen perizinan tersebut merupakan instrumen penting bagi kepastian lokasi, hukum, dan ekologis, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis pada Rabu (28/10/2026). Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP sebelumnya telah mengadakan rapat koordinasi di Jakarta bersama perwakilan pemda lokasi program prioritas nasional tersebut guna menyamakan persepsi para pemangku kepentingan.

Penyusunan dokumen ini diperlukan karena berbagai fasilitas utama Kampung Nelayan Merah Putih memanfaatkan ruang laut, seperti dermaga, pabrik es, gudang beku, sentra kuliner, kios perbekalan nelayan, hingga bengkel kapal. Pemohon dapat mengunggah dokumen tersebut melalui sistem e-SEA untuk kemudian diverifikasi oleh tim teknis KKP.

Strategi Percepatan dan Dukungan Akademisi

Dirjen PRL Kartika Listiyana menjelaskan bahwa permohonan izin harus disusun secara tepat, lengkap, dan substansial agar proses penerbitannya berjalan efektif demi mempercepat realisasi program tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan laut. Guna meningkatkan efektivitas penyusunan persyaratan, Ditjen PRL KKP tengah mengembangkan layanan e-GerAI dan KKPRL Mobile.

Kartika turut mengimbau Dinas Kelautan dan Perikanan tingkat provinsi serta kabupaten dan kota agar berperan aktif menyiapkan data dan informasi lokasi agar kendala di lapangan bisa segera diatasi. Sementara itu, akademisi IPB University Akhmad Nurhijayat menilai penerapan tata ruang dalam program ini merupakan sistem integratif dan berkelanjutan sehingga pemantauan serta evaluasi berkala diperlukan sebagai landasan penyempurnaan ke depan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *