Pihak berwenang di Nigeria tengah menyelidiki laporan mengenai 16 siswi sekolah menengah yang diduga menjalani tes keperawanan atas perintah seorang pemimpin adat. Seperti dilaporkan detikcom, peristiwa tersebut terjadi di sebuah sekolah yang berlokasi di Negara Bagian Rivers, wilayah Delta Niger.
Iming-Iming Beasiswa dan Buku
Para siswi tersebut diduga dibujuk agar mau mengikuti pemeriksaan tersebut dengan tawaran beasiswa serta buku-buku gratis. Praktik semacam ini tergolong jarang terjadi di negara terpadat di benua Afrika tersebut, meskipun para pemimpin adat di sana memiliki pengaruh yang sangat kuat.
Kementerian pendidikan setempat menyampaikan melalui keterangan tertulis bahwa pihaknya memandang dugaan tersebut sebagai perkara yang amat serius dan meresahkan. Berdasarkan keterangan kementerian, sejumlah orang yang mengaku sebagai utusan pemimpin adat mendatangi sebuah sekolah negeri di kawasan Khana, Negara Bagian Rivers, pada bulan lalu untuk memilih para siswi yang dijadikan sasaran.
Langkah Penyelidikan dan Kasus Serupa
Meski demikian, pihak kementerian tidak memaparkan secara rinci mengenai tata cara pelaksanaan tes tersebut. Di sisi lain, beberapa daerah pedesaan di wilayah selatan Nigeria belakangan ini juga berupaya keras memerangi praktik sunat alat kelamin perempuan.
Kasus serupa pernah terjadi pada tahun 2012 silam, di mana seorang kepala sekolah di Negara Bagian Ogun, wilayah barat daya Nigeria, harus menghadapi skorsing serta penangkapan oleh kepolisian usai diduga melaksanakan tes serupa terhadap 10 orang siswi.
Sumber: News - Detikcom




