Pemain Bayern Munich Harry Kane keluar sebagai pemenang Ballon d’Or 2026 dalam malam penganugerahan yang berlangsung di London Palladium Theatre, London, Inggris, pada Selasa (27/10) dini hari WIB. Dalam ajang tersebut, penyerang muda Barcelona Lamine Yamal menempati posisi ketiga di bawah Kylian Mbappe yang menjadi *runner-up*.
Perjalanan Karier yang Berbeda
Sepanjang musim 2025/2026, Harry Kane tampil sebagai penyerang tertajam sekaligus sukses membawa Bayern Munich menjuarai Bundesliga dan DFB Pokal. Di sisi lain, Lamine Yamal juga mencatatkan performa gemilang dengan mengantar Barcelona menjuarai LaLiga serta membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia pada usia yang baru menginjak 19 tahun. Yamal bahkan telah mengoleksi Kopa Trophy sebagai pemain muda terbaik dunia sebanyak tiga kali secara berturut-turut.
Seperti dilaporkan Movistar+, Harry Kane memberikan komentar untuk menguatkan Lamine Yamal yang kemungkinan merasa kecewa dengan hasil akhir tersebut. Kane menilai pemain asal Spanyol itu memiliki kemampuan luar biasa yang jarang ditemui pada usia semuda itu.
“Dia adalah pemain yang luar biasa. Apa yang ia lakukan di usianya sungguh luar biasa,” tegas Kane.
Kane menambahkan bahwa setiap pemain memiliki jalan hidup dan proses perkembangan yang tidak sama dalam dunia sepak bola. Ia berkaca dari pengalaman masa lalunya yang sempat berpindah klub sebagai pemain pinjaman sebelum berada di posisi saat ini.
“Saya pernah dipinjamkan ke beberapa klub dan berusaha mencari jalan saya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa setiap perjalanan karier itu berbeda,” sambungnya.
Di akhir penyataannya, Kane kembali memuji talenta besar yang dimiliki oleh sang bintang muda Barcelona tersebut. “Yamal mengawali kariernya dengan sangat baik, dan apa yang dia tunjukkan di usia yang begitu muda membuktikan betapa besar bakat serta kualitas yang dimilikinya,” tutup Kane.
Sumber: Sport - Detikcom







