Gunung Bromo mengalami erupsi pada Kamis (5/11) sore pukul 17.11 WIB. Aktivitas vulkanik tersebut memuntahkan kolom letusan yang membumbung setinggi 500 meter di atas puncak.
Aktivitas Erupsi dan Rekaman Seismograf
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bromo Budi Marwanto menjelaskan, tinggi kolom abu tersebut mencapai 2.829 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan pengamatan visual, kolom abu vulkanik tersebut tampak berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal bergerak menuju arah barat.
Letusan tersebut terekam pada peralatan seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter serta durasi perekaman selama 46 detik. Aktivitas hembusan asap abu masih terpantau berlanjut setelah letusan pertama terjadi, dengan ketinggian asap yang sama dan bergerak ke barat tanpa adanya gempa letusan susulan yang signifikan hingga pukul 18.43 WIB serta amplitudo tremor dominan tercatat sebesar 1 milimeter.
Imbauan Keselamatan untuk Warga dan Wisatawan
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ancaman bahaya, pihak pengamatan mengeluarkan dua imbauan penting yang ditujukan kepada masyarakat sekitar, pengunjung, wisatawan, maupun para pendaki. Seluruh pihak dilarang memasuki kawasan dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo.
Selain itu, masyarakat, pedagang, wisatawan, pendaki, serta pengelola wisata diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya letusan freatik. Letusan jenis tersebut dapat berlangsung secara tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas sebelumnya.







