Manufaktur

Industri Manufaktur RI Tumbuh 5,88 Persen Lampaui Ekonomi

Industri Manufaktur RI Tumbuh 5,88 Persen Lampaui Ekonomi
Daftar Isi
  1. Pertumbuhan dan Kinerja Berkelanjutan
  2. Ditopang Berbagai Subsektor
  3. Kontribusi Signifikan terhadap PDB
  4. Penguatan PMI dan IKI

Sektor industri pengolahan nonmigas di Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,88 persen secara tahunan pada triwulan III-2026. Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama yang berada di level 5,47 persen.

Pertumbuhan dan Kinerja Berkelanjutan

Badan Pusat Statistik merilis data tersebut pada Kamis (5/11/2026). Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan, pencapaian tersebut menunjukkan ketahanan sektor industri dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global serta posisinya sebagai penggerak utama perekonomian.

Dibandingkan triwulan II-2026 yang tercatat sebesar 5,32 persen, pertumbuhan industri nonmigas mengalami kenaikan 0,56 poin persentase. Jika dihitung beserta migas, industri pengolahan tumbuh sebesar 5,87 persen.

Ditopang Berbagai Subsektor

Kinerja positif tersebut didukung oleh pertumbuhan di banyak subsektor. Industri logam dasar tumbuh sebesar 9,94 persen, sementara industri makanan dan minuman meningkat dari 6,49 persen pada triwulan III-2025 menjadi 7,09 persen pada triwulan III-2026.

Sejumlah subsektor lainnya juga mencatatkan pertumbuhan di atas laju industri nonmigas secara keseluruhan, seperti industri furnitur sebesar 12,68 persen, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki sebesar 9,75 persen, serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sebesar 8,10 persen. Selain itu, industri pengolahan lainnya tumbuh 7,01 persen, industri tekstil dan pakaian jadi naik 6,22 persen, serta industri alat angkutan tumbuh 6,14 persen.

Kontribusi Signifikan terhadap PDB

Berdasarkan data harga berlaku, industri pengolahan menyumbang 19,22 persen terhadap produk domestik bruto pada triwulan III-2026 dengan nilai mencapai Rp1.295,5 triliun. Pemerintah berencana memperkuat kebijakan industri melalui ketersediaan bahan baku, pasokan energi kompetitif, kepastian berusaha, serta dorongan investasi produktif.

Penguatan PMI dan IKI

Kinerja sektor manufaktur turut tecermin dari penguatan Purchasing Managers’ Index Manufaktur Indonesia dari S&P Global yang naik ke level 54,0 pada Oktober 2026. Indeks Kepercayaan Industri dari Kementerian Perindustrian juga meningkat 1,84 poin menjadi 53,77 pada periode yang sama.

Pemerintah berkomitmen menjaga iklim usaha yang kondusif agar peningkatan pesanan baru serta produksi pada awal triwulan IV-2026 dapat diiringi dengan penguatan kapasitas produksi dan perluasan kesempatan kerja.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *