Ekonomi & Bisnis

Airlangga Lapor ke Prabowo PMI Manufaktur Naik ke Level 54

Airlangga Lapor ke Prabowo PMI Manufaktur Naik ke Level 54

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2026 yang mengalami kenaikan hingga mencapai level 54. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dari posisi bulan sebelumnya yang berada di level 52,4.

Laporan Pertumbuhan Sektor Manufaktur

Penyampaian laporan itu berlangsung dalam kegiatan Rapat Terbatas bersama Prabowo bertempat di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/11/2026). Melalui pertemuan tersebut, Airlangga memaparkan perkembangan terkini perekonomian nasional kepada kepala negara.

“Tadi kami laporkan ke Bapak Presiden bahwa Indeks Purchasing Manager Indeks Indonesia di sektor manufaktur sudah masuk ke level ekspansi di 54, itu meningkat dari bulan yang lalu 52,4,” ujar Airlangga, seperti dilaporkan detikcom.

Kenaikan PMI ini merefleksikan adanya penguatan pada ekspansi sektor manufaktur di dalam negeri. Posisi ekspansi tersebut bahkan tercatat sebagai pencapaian terkuat sejak bulan Maret 2024.

“Level ekspansinya ini terkuat sejak Maret yang lalu, Maret 2024, jadi ini level ekspansi yang tinggi,” tutur Airlangga.

Kinerja Neraca Perdagangan

Selain sektor manufaktur, Airlangga turut melaporkan catatan neraca perdagangan Indonesia periode September yang membukukan surplus sebesar US$ 3,36 miliar. Pencapaian surplus tersebut ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang mencapai US$ 5,67 miliar, di tengah sektor migas yang mengalami defisit sebesar US$ 2,31 miliar.

“Dari segi bulan Januari sampai September 2026, ini surplusnya neraca perdagangan kita US$ 10,61 miliar, dipicu oleh surplus non-MIGAS sebesar US$ 34,21 miliar, dan walaupun defisit MIGAS mencapai US$ 23,6 miliar,” jelas Airlangga.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *