BUMN

Stok Beras Capai 4,5 Juta Ton, BULOG Jamin Aman 10 Bulan

Stok Beras Capai 4,5 Juta Ton, BULOG Jamin Aman 10 Bulan
Daftar Isi
  1. Rapat Koordinasi Pengamanan Pangan
  2. Penguatan Jaringan Distribusi
  3. Percepatan Bantuan Pangan

Perum BULOG menjamin kesiapan cadangan beras pemerintah untuk menghadapi lonjakan kebutuhan pangan masyarakat menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Berdasarkan ketersediaan stok yang mencapai 4,5 juta ton, pasokan beras nasional dipastikan mencukupi hingga 10 bulan ke depan atau sekitar Juli sampai Agustus 2027 seperti dilaporkan detikcom.

Rapat Koordinasi Pengamanan Pangan

Kepastian tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Jakarta yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Pertemuan tingkat menteri ini memfokuskan pembahasan pada kesiapan pasokan, kelancaran distribusi, stabilitas harga, serta percepatan jalannya program pemerintah guna melindungi daya beli masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menjelaskan proyeksi ketersediaan beras nasional menyentuh angka 25 juta ton. Jumlah tersebut terdiri atas potensi *standing crop* sekitar 10 juta ton, persediaan di tingkat masyarakat dan pelaku usaha 10 juta ton, serta cadangan BULOG sebesar 4,5 juta ton. Dengan tingkat konsumsi nasional sekitar 2,5 juta ton setiap bulannya, ketersediaan ini dinilai sangat aman hingga pertengahan tahun 2027.

Penguatan Jaringan Distribusi

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa kekuatan cadangan pangan ini menjadi landasan utama bagi perusahaannya dalam meredam potensi kenaikan permintaan. Jaringan distribusi di berbagai wilayah juga disiagakan untuk mengawal ketersediaan pangan secara merata.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras menjelang Natal dan Tahun Baru. Stok beras yang dikelola BULOG saat ini sangat memadai, mencapai sekitar 4,5 juta ton,” ujar Ahmad Rizal melalui keterangan tertulis pada Senin (26/10/2026).

Selain menjaga ketersediaan di gudang, pemerintah turut mengalokasikan tambahan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton. BULOG memaksimalkan penyaluran SPHP ini melalui pasar rakyat, program Gerakan Pangan Murah, Rumah Pangan Kita, serta kerja sama dengan jaringan ritel untuk meredam tekanan harga di daerah tertentu.

Percepatan Bantuan Pangan

Di samping operasi pasar, BULOG mempercepat proses penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk periode Oktober hingga Desember 2026. Bantuan ini disalurkan kepada 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan dengan alokasi masing-masing sebanyak 10 kilogram beras per bulan, sehingga total kebutuhan mencapai 1 juta ton.

“Arahan pemerintah sangat jelas, stok yang melimpah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, BULOG tidak hanya memastikan beras tersedia di gudang, tetapi juga mempercepat penyalurannya melalui SPHP dan bantuan pangan,” tutur Ahmad Rizal lebih lanjut.

Seluruh jajaran BULOG di tingkat pusat maupun daerah diminta untuk terus meningkatkan koordinasi dan memantau kelancaran distribusi harian. Langkah antisipatif ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pangan sehingga masyarakat dapat merayakan akhir tahun dengan tenang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *