Miliarder investor Bill Ackman memperingatkan bahwa pasar saham saat ini semakin menyerupai kasino akibat pertumbuhan perdagangan spekulatif yang masif. Kondisi tersebut dinilai berbahaya bagi investor yang memperlakukan pasar modal sebagai sarana cepat kaya.
Risiko Perdagangan Spekulatif
Menurut Ackman, maraknya instrumen seperti kendaraan leverage satu hari, kontrak berjangka abadi, serta taruhan olahraga dapat membawa konsekuensi yang buruk. Ia menilai fenomena ini menguntungkan perusahaannya, Pershing Square, untuk jangka panjang, tetapi merugikan perekonomian negara secara keseluruhan.
Strategi Investasi Pershing
Dalam kesempatan yang sama, Ackman memaparkan sejumlah langkah investasi yang dilakukan perusahaannya. Pershing membeli saham Microsoft ketika harganya merosot akibat fenomena “SaaSpocalypse” awal tahun ini, serta memborong saham Amazon saat mengalami kejatuhan menyusul kebijakan tarif dari Presiden Donald Trump.
Selain itu, ia menyebut perusahaannya juga mengakuisisi saham Alphabet ketika harganya bergerak turun secara masif menyusul peluncuran ChatGPT.
Saham Pilihan
Di luar strategi tersebut, Ackman menyatakan sikap yang sangat optimis terhadap beberapa emiten tertentu. Ia menyebut Visa dan Mastercard sebagai salah satu bisnis terhebat di dunia.
Ia juga mengungkapkan posisi kepemilikan saham pada platform penyiaran streaming Netflix yang telah diumumkannya pada bulan Agustus.
Sumber: US Top News and Analysis







