Daftar Isi
Paprika hijau, kuning, oranye, dan merah ternyata berasal dari buah yang sama. Setiap warna menunjukkan tingkat kematangan, rasa, tekstur, hingga waktu panen yang berbeda.
Perbedaan Tingkat Kematangan Paprika
Paprika hijau merupakan buah yang belum matang sepenuhnya dan masih memiliki banyak klorofil. Seiring waktu, klorofil tersebut terurai dan digantikan karotenoid yang mengubah warna buah menjadi kuning, oranye, lalu merah seperti dilansir dari laman Phys Org.
Paprika hijau biasanya dipanen sekitar delapan minggu setelah ditanam dengan karakteristik rasa sedikit pahit serta tekstur keras dan renyah. Tahap pertengahan pematangan menghasilkan paprika kuning dan oranye yang berasa lebih ringan serta manis.
Paprika merah berada di tanaman sekitar empat minggu lebih lama dari paprika hijau dan menjadi jenis yang paling matang. Semakin matang buahnya, rasa pahit akan berkurang sementara rasa manisnya semakin meningkat.
Rasa dan Penggunaan dalam Masakan
Paprika merah mempunyai rasa paling manis dengan tekstur lebih lunak saat dimasak, sehingga ideal untuk dipanggang, dijadikan sup, atau saus cocol. Paprika hijau yang renyah sangat cocok dipakai dalam tumisan, salad, casserole, ataupun fajitas, sedangkan paprika kuning dan oranye pas untuk salad dan hidangan panggang.
Terkait mitos jumlah tonjolan di bagian bawah paprika, bentuk yang berkisar antara dua hingga lima bagian tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik tanaman. Jumlah tonjolan tersebut sama sekali tidak menentukan jenis kelamin maupun rasa manis dari buah paprika.
Kandungan Nutrisi Berdasarkan Warna
Seluruh jenis paprika tetap kaya akan serat, antioksidan, serta vitamin C. Paprika hijau, kuning, dan oranye mengandung banyak lutein, violaxanthin, serta zeaxanthin yang bermanfaat untuk kesehatan mata dan perlindungan gangguan mata akibat usia.
Kadar beta-karoten dan vitamin C yang tinggi ditemukan pada paprika oranye dan merah, di mana beta-karoten dapat diubah oleh tubuh menjadi vitamin A untuk imunitas, penglihatan, serta kesehatan sel. Selain itu, paprika merah mengandung capsanthin tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan kuat penangkal radikal bebas.
Proses pengolahan turut memengaruhi kandungan nutrisi di dalam paprika. Memasak paprika sampai matang dapat meningkatkan ketersediaan karotenoid dan polifenol, namun di sisi lain bisa mengurangi kadar vitamin C.
Sumber: Food - Detikcom







