Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Guatemala bersama tiga petugas kepolisian tewas dalam insiden penembakan di Kota Rio Hondo, Departemen Zacapa. Wilayah di bagian timur negara tersebut dikenal luas sebagai pusat aktivitas peredaran narkotika.
Kronologi Aksi Penembakan
Aksi penyerangan yang berlangsung pada Jumat tersebut menargetkan legislator Julio Cesar Portillo Paz. Portillo sempat dilarikan ke fasilitas medis dalam kondisi kritis sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir. Kepastian wafatnya wakil rakyat dari daerah pemilihan Zacapa ini dikonfirmasi oleh organisasinya, Partai National Unity of Hope (UNE).
Melalui pernyataan resmi di platform X pada Jumat malam, Kongres Guatemala menyampaikan rasa duka atas insiden tersebut. “Presiden Luis Contreras, para anggota Dewan Direksi, dan para anggota dewan berduka cita atas wafatnya Anggota DPR Julio Cesar Portillo Paz secara tragis,” tulis pihak parlemen.
Presiden Guatemala Bernardo Arevalo mengonfirmasi bahwa tiga personel Kepolisian Sipil Nasional gugur saat menjalankan tugas dalam peristiwa itu. Arevalo telah memerintahkan jajaran aparat keamanan untuk bekerja sama penuh dengan tim jaksa dalam mengusut kasus penembakan ini.
Peta Kejahatan dan Eskalasi Politik
Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengumumkan motif penyerangan maupun mengidentifikasi identitas para pelaku. Wilayah Zacapa sendiri diketahui berada di bawah kendali kartel keluarga Lorenzana, kelompok kejahatan yang terhubung dengan Kartel Sinaloa asal Meksiko.
Portillo terpilih menjadi anggota dewan pada pemilu 2023 lewat partai oposisi Cabal, sebelum kemudian berpindah ke Partai UNE. Partai tersebut dipimpin oleh mantan Ibu Negara Sandra Torres yang diproyeksikan bakal maju dalam pemilihan presiden Guatemala tahun depan.
Pembunuhan ini terjadi sekitar tiga minggu setelah mantan jaksa antikorupsi Juan Francisco Solorzano Foppa tewas ditembak di Guatemala City. Rentetan aksi kekerasan ini memperkuat kekhawatiran publik terkait cengkeraman kejahatan terorganisir serta potensi kembalinya pembunuhan bermotif politik, meski kepolisian belum menemukan hubungan langsung antara kedua kasus tersebut.







