Internasional

Dampak Kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS bagi Dunia

Dampak Kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS bagi Dunia
Daftar Isi
  1. Guncangan Internal di Gedung Putih
  2. Dampak terhadap Konflik Global
  3. Hubungan AS dengan China dan Taiwan

Kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilihan umum sela Amerika Serikat yang memberikan mereka kendali atas Kongres telah memicu gejolak besar di ranah politik domestik maupun global. Hasil ini menempatkan Presiden Donald Trump di bawah tekanan internal yang kuat, dengan desakan dari sekutu dan ahli strategis agar ia segera melakukan perombakan di Gedung Putih.

Guncangan Internal di Gedung Putih

Sebagaimana dilaporkan Reuters dan AFP pada Kamis (5/11/2026), kekalahan kubu Republik dipicu oleh kemarahan publik terkait berbagai isu, mulai dari perang dengan Iran hingga tingginya harga bahan bakar minyak (BBM). Strategis veteran Partai Republik, John Feehery, menegaskan bahwa Trump perlu melakukan pembersihan internal karena posisinya dinilai semakin lemah setiap harinya.

Meski demikian, Trump menolak tuntutan tersebut dan tidak menganggap hasil pemilu ini sebagai pukulan bagi dirinya. Ia justru menyebut hasil tersebut menenangkan, sembari menepis kritik mengenai fokusnya pada proyek renovasi ruang dansa Gedung Putih. Dengan kendali penuh di tangan Demokrat, partai oposisi tersebut kini memiliki kekuatan untuk memblokir legislasi, melakukan penyelidikan terhadap pemerintahan, serta menentang calon-calon yang diusung Trump.

Kondisi di dalam Gedung Putih dilaporkan sedang tidak kondusif. Seorang pejabat senior anonim menyatakan bahwa moral staf berada di titik terendah dan banyak yang bersiap untuk mengundurkan diri. Pejabat tersebut mengungkapkan bahwa sebenarnya jajak pendapat internal telah memberi peringatan mengenai potensi kekalahan enam pekan sebelum pemilu, namun Trump dinilai tetap keras kepala untuk melanjutkan perang di Iran.

Dampak terhadap Konflik Global

Melemahnya kekuasaan Trump membuka peluang baru dalam urusan luar negeri. Ebtesam al-Ketbi dari Pusat Kebijakan Emirates menilai bahwa jika Teheran menyadari Trump membutuhkan kesepakatan, maka peluang untuk mengakhiri perang Iran-Israel dapat terbuka. Analis Saxo Bank, Ole Hansen, menambahkan bahwa pasar kini mulai bertaruh bahwa Presiden Trump ingin segera mengakhiri keterlibatan dalam perang di Timur Tengah.

Di sisi lain, kemenangan Demokrat diperkirakan dapat memuluskan kembali paket bantuan untuk Ukraina yang sempat terhenti. Hal ini juga memberikan harapan bagi perundingan damai antara Ukraina dan Rusia yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Terkait kebijakan tarif, mantan Sekretaris Perdagangan Pemerintah Federal India, Anup Wadhawan, menyebut bahwa otoritas tarif Trump kini melemah karena ia membutuhkan persetujuan Kongres untuk tindakan perdagangan.

Hubungan AS dengan China dan Taiwan

Persaingan antara Amerika Serikat dan China juga diprediksi akan mengalami perubahan arah. Peneliti Senior di Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Drew Thompson, menyatakan bahwa Kongres yang dikuasai Demokrat akan menggunakan setiap kesempatan untuk menggagalkan kebijakan Trump selama dua tahun ke depan. Kongres dinilai akan lebih berhati-hati dalam menekan China jika hal tersebut berisiko meningkatkan biaya operasional bisnis domestik atau memicu konflik.

Terkait isu Taiwan, Dekan Institut Studi Internasional di Universitas Fudan, Wu Xinbo, memperkirakan bahwa Kongres mungkin akan memaksa Trump untuk melanjutkan penjualan senjata ke Taiwan tahun depan, yang berpotensi merusak stabilitas hubungan AS-China. Sementara itu, Steve Tsang dari SOAS China Institute berpendapat bahwa China akan memanfaatkan status Trump yang kini menjadi “bebek lumpuh” untuk memberikan tekanan lebih, namun tetap akan bersikap hati-hati agar tidak memicu tindakan yang tidak bertanggung jawab dari Trump.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *