Daftar Isi
Sebuah operasi spionase unik pernah mengguncang hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada era pasca-Perang Dunia II. Tanpa disadari oleh otoritas Amerika Serikat, ruang kerja Duta Besar AS di Moskow sempat disadap selama tujuh tahun hanya memanfaatkan sebuah ukiran kayu lambang negara yang dipajang di dinding.
Hadiah Berbahaya dari Pramuka Soviet
Kisah ini bermula pada 1945 ketika kelompok pemuda Organisasi Pionir Seluruh Uni, organisasi sejenis pramuka di Uni Soviet, menyerahkan kenang-kenangan berupa replika kayu Great Seal of the United States kepada Duta Besar AS untuk Uni Soviet saat itu, W. Averell Harriman. Terpesona oleh keindahan ukiran lambang burung elang tersebut, Harriman menggantungnya di dalam ruang kerja sekaligus rumah dinasnya yang dinamakan Rumah Spaso.
Di balik karya seni kayu itu, pihak intelijen Soviet rupanya telah menyisipkan alat penyadap mikrofon canggih bernama Chrysostom atau Golden Mouth. Seperti dilaporkan CNN Indonesia, perangkat pasif tersebut dirancang tanpa menggunakan baterai sama sekali. Alat penyadap ini memanfaatkan ruang resonansi dengan dinding depan fleksibel layaknya diafragma yang bentuknya berubah saat terkena gelombang suara, serta diaktifkan melalui pemancar sinyal radio dari gedung yang berada tepat di seberang kantor kedutaan.
Teknologi canggih tersebut merupakan buatan penemu asal Rusia, Léon Theremin. Sebelum direkrut ke laboratorium rahasia penjara gulag di Siberia untuk menciptakan perangkat pemantau radio berteknologi tinggi, Theremin dikenal luas sebagai pencipta alat musik elektronik theremin pada dekade 1920-an.
Kebocoran Informasi Selama Tujuh Tahun
Kehadiran alat tersebut membuat Uni Soviet berhasil memantau seluruh pembicaraan rahasia dan rencana strategis pejabat tinggi AS di Rusia sebelum informasi tersebut dikirimkan ke pimpinan di Washington. Perangkat ini bahkan terus berfungsi secara efektif selama masa kepemimpinan empat duta besar AS berturut-turut.
Aksi penyadapan ini baru terendus pada 1951 ketika seorang operator radio asal Inggris yang tengah memantau lalu lintas komunikasi Angkatan Udara Soviet secara tidak sengaja menangkap suara Atase Udara Inggris. Setahun kemudian, petugas radio militer Amerika Serikat juga mendeteksi siaran percakapan beraksen Amerika yang berasal dari dalam Rumah Spaso.
Penemuan Perangkat Penyadap
Pihak AS sempat melakukan beberapa kali pemeriksaan keamanan pada Mei 1952 bertepatan dengan kedatangan Duta Besar baru, George F. Kennan, namun tidak membuahkan hasil. Upaya pencarian kembali dilancarkan pada 12 September 1952 oleh dua teknisi keamanan Departemen Luar Negeri AS, Joseph Bezjian dan John Ford.
Untuk memancing sinyal mikrofon tersebut, Bezjian meminta Kennan duduk di meja kerjanya sambil mendiktekan pesan rahasia kepada sekretarisnya. Saat Bezjian menyalakan alat pemindai radio, ia langsung mendeteksi sinyal yang memancarkan suara Kennan dari jarak dekat. Setelah disisir secara teliti, alat tersebut akhirnya ditemukan tersembunyi di dalam ukiran kayu yang tergantung di dinding.
Guna memastikan alat tersebut tidak dicuri kembali oleh agen Soviet, Bezjian menyimpan perangkat itu di bawah bantalnya sepanjang malam. Benda spionase tersebut kemudian diterbangkan ke Washington, D.C. pada hari berikutnya untuk diteliti lebih lanjut oleh para ahli intelijen Amerika Serikat.






