Daftar Isi
Pemilik Kok Sen Restaurant di Singapura, Jacky Wong, menjadi sasaran percobaan pemerasan berkedok komplain kelayakan makanan. Pelaku sengaja mengedit gambar kecoak ke dalam foto hidangan restoran menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) demi menuntut uang ganti rugi sebesar 300 dolar Singapura atau sekitar Rp4,2 juta.
Kejanggalan Pesan dan Ancaman Pelaku
Seperti dilaporkan detikcom mengutip The Straits Times, Wong menceritakan awal mula peristiwa tersebut ketika menerima pesan WhatsApp pada 31 Oktober 2026. Pengirim pesan mengaku telah menyantap makanan di restorannya pada hari sebelumnya, lalu mengirimkan foto sajian yang dihinggapi kecoak lengkap dengan bukti struk pembayaran senilai lebih dari 110 dolar Singapura (Rp1,5 juta).
Mendapat kabar itu, Wong mulanya meminta maaf dan berniat menginvestigasi masalah tersebut selama satu pekan. Namun, pihak pengirim menolak menunggu dan terus mendesak agar uang ganti rugi segera dikirimkan. Pelaku bahkan mengancam akan melaporkan usaha kuliner tersebut kepada otoritas berwenang serta menyebarkannya ke jejaring internet.
“Kami panik dan sangat khawatir saat itu. Karena itu, kami meminta maaf dan mengatakan akan bertanggung jawab,” ujar Wong.
Terbongkar Lewat Penelusuran Foto
Kecurigaan pihak restoran mulai menguat sewaktu memperhatikan nomor telepon pengirim yang menggunakan kode negara Malaysia serta mengaktifkan fitur pesan terhapus otomatis 24 jam. Letak kecoak di dalam foto juga dinilai terlalu mencolok, sehingga kecil kemungkinan tidak terlihat oleh pelayan saat menyajikan hidangan.
Wong kemudian memeriksa ulasan pelanggan di Google Reviews dan menemukan foto yang identik. Perbedaannya, foto asli yang diunggah oleh pelanggan lain sama sekali tidak memperlihatkan keberadaan kecoak.
“Mereka hanya mengunduh foto dari ulasan terbaru, menggunakan AI untuk mengubahnya, lalu mengirimkannya kepada kami,” ungkap Wong.
Selain gambar makanan, struk pembelian yang dilampirkan pelaku ternyata dipetik dari ulasan Google bertanggal 22 Oktober 2026, bukan tanggal 30 Oktober seperti klaim sang penipu.
Pelaporan Resmi ke Kepolisian
Setelah mengantongi bukti rekayasa tersebut, Wong langsung mengonfrontasi pelaku dan mengancam akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Pelaku kemudian mengakui bahwa ia telah mengunggah gambar hasil edit tersebut ke kolom Google Reviews.
Kendati area restorannya sudah dipasangi 22 unit kamera pengawas (CCTV), Wong memutuskan untuk tetap melaporkan tindak penipuan ini ke kantor polisi. Kasus pemerasan berbasis AI tersebut merupakan pengalaman pertama yang ia temui selama bertahun-tahun mengelola bisnis kuliner.
“Saya membagikan cerita ini terutama untuk memperingatkan restoran dan pedagang makanan lainnya bahwa penipuan serupa mulai bermunculan,” ujarnya.
Sumber: Food - Detikcom






