Food

Kisah Sukses Bisnis Biryani Beromzet Rp1,9 Triliun

Kisah Sukses Bisnis Biryani Beromzet Rp1,9 Triliun

Usaha kuliner yang berawal dari tempat makan empat kursi kini berkembang menjadi jaringan restoran bernilai sekitar Rp1,9 triliun. Pria asal India, Nagasamy Naidu, merintis bisnis nasi biryani raksasa tersebut berlandaskan resep rumahan buatan istrinya.

Awal Mula Bertahan dengan Empat Kursi

Sebagaimana dilaporkan NDTV Food, perjalanan bisnis ini bermula pada tahun 1957 di Dindigul, Tamil Nadu. Naidu yang awalnya mengelola toko paan—produk kunyahan tradisional setempat—memutuskan untuk membuka tempat makan kecil bernama Anandha Vilas Biriyani Hotel. Kala itu, ia hanya menyediakan empat tempat duduk dan menyajikan satu jenis sajian, yakni nasi biryani hasil olahan sang istri.

Kelezatan olahan tersebut menyebar luas melalui rekomendasi antarpelanggan. Usaha ini kemudian populer dengan sebutan Thalappakatti, menyusul kebiasaan Naidu yang selalu memakai sorban putih khas daerahnya. Racikan biryani ini menggunakan beras bulir pendek jenis Seeraga Samba atau Parakkum Sittu yang dinilai efektif menyerap bumbu. Rempah-rempah segar seperti kayu manis serta jahe ditumbuk secara manual, lalu daging lokal dimasak perlahan menggunakan ghee atau mentega murni. Menurut informasi pada situs resmi restoran, hidangan ini disajikan bersama dalcha—olahan tulang kambing dan sayuran—serta sempat menjadi favorit aktor Tamil, Sivaji Ganesan.

Ekspansi Bisnis dan Masuknya Investor

Sepeninggal Naidu pada 1978, pengelolaan usaha diteruskan oleh putranya yang mengubah nama tempat makan menjadi Thalappakatti Anandha Vilas. Pembukaan cabang baru dilakukan hingga ke wilayah Coimbatore dengan memboyong langsung koki dari Dindigul demi menjaga cita rasa asli.

Langkah ekspansi kian agresif sewaktu cucu pendiri, D. Nagasamy, memegang kendali kepemimpinan bisnis. Lulusan manajemen perhotelan Thames Valley University di London tersebut mengibarkan merek Dindigul Thalappakatti mulai dari kawasan Vathalagundu. Pada Oktober 2019, perusahaan investasi CX Partners mengakuisisi 50,1 persen saham bisnis keluarga ini dengan nilai mendekati 260 crore rupee atau sekitar Rp500 miliar.

Suntikan modal jumbo tersebut mendorong perkembangan jaringan restoran secara masif. Berdasarkan data Moneycontrol, Dindigul Thalappakatti saat ini mengoperasikan lebih dari 100 gerai di India dan berhasil membukukan pendapatan sekitar 475 crore rupee (Rp913 miliar) pada tahun fiskal 2025. Kini nilai keseluruhan bisnis kuliner yang dirintis dari resep rumahan tersebut diperkirakan menembus 1.000 crore rupee atau setara Rp1,9 triliun.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *