Sayuran merupakan sumber nutrisi penting yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh sehari-hari. Namun, cara pengolahan yang diterapkan ternyata dapat memengaruhi kandungan gizi yang tersimpan di dalamnya.
Sayuran yang Optimal Dikonsumsi Mentah
Beberapa jenis sayuran justru menyimpan nutrisi yang lebih optimal saat dikonsumsi dalam keadaan mentah. Proses pemanasan atau memasak dapat mengurangi kandungan vitamin serta antioksidan penting yang terkandung di dalam sayuran tersebut. Seperti dilaporkan oleh Eating Well pada Sabtu (26/10), terdapat lima jenis sayuran yang sangat bagus untuk dikonsumsi secara mentah.
Pilihan pertama adalah bawang putih yang tidak hanya berfungsi sebagai penambah rasa masakan, tetapi juga menyimpan beragam manfaat kesehatan. Konsumsi bawang putih mentah dikaitkan dengan kadar kolesterol, tekanan darah, serta gula darah yang lebih baik. Ahli gizi Stacey Woodson, M.S., RD, LDN menjelaskan bahwa manfaat tersebut berkaitan erat dengan senyawa allicin yang terbentuk ketika bawang putih dipotong, dihancurkan, atau ditekan.
Sayuran kedua yang disarankan untuk dikonsumsi mentah adalah brokoli yang kaya akan kandungan folat, vitamin A, C, K, kalsium, serta zat besi. Ahli gizi Lisa Andrews, M.Ed., RD, LD mengatakan bahwa brokoli mentah mengandung lebih banyak antioksidan dan vitamin dibandingkan brokoli yang sudah dimasak karena proses pemanasan dapat mengurangi kandungan vitamin C dan folatnya.
Manfaat Bit, Kale, dan Paprika
Buah bit menempati urutan ketiga karena kaya akan antioksidan betalain yang memberikan warna merah cerah sekaligus memiliki sifat antiperadangan. Ahli gizi Juliana Crimi, RD, M.H.Sc menyatakan bahwa kandungan nitrat dalam bit mentah dapat membantu menjaga tekanan darah setelah diubah menjadi oksida nitrat di dalam tubuh.
Selanjutnya, sayuran cruciferous seperti kale sebaiknya dikonsumsi mentah untuk mempertahankan kandungan mineral dan antioksidannya. Ahli gizi Sapna Peruvemba, M.S., RDN menuturkan bahwa enzim myrosinase pada kale membantu mengubah glukosinolat menjadi senyawa isothiocyanate yang memiliki manfaat antiperadangan dan antikanker, di mana enzim tersebut bisa rusak akibat paparan panas.
Paprika merah mentah melengkapi daftar kelima dengan kandungan vitamin C yang jumlahnya lebih dari dua kali lipat dibandingkan buah jeruk. Menurut ahli gizi Trista Best, M.P.H., RD, LD, vitamin C, folat, serta polifenol di dalam paprika dapat berkurang drastis selama proses memasak berlangsung sehingga versi mentahnya menjadi pilihan terbaik.
Sumber: Food - Detikcom





