Gencatan senjata multi-hari terlama antara Rusia dan Ukraina yang terbatas di wilayah Kherson, Ukraina timur, telah berakhir tanpa adanya laporan pelanggaran dari kedua belah pihak. Meski demikian, tidak ada tanda-tanda perpanjangan dari kesepakatan tersebut.
Evakuasi Warga Oleshky
Gencatan senjata yang berakhir pada Minggu malam tersebut memungkinkan ratusan warga Kota Oleshky yang diduduki Rusia untuk dievakuasi dalam operasi gabungan yang jarang terjadi antara Kyiv dan Moskow. Enam hari gencatan senjata lokal di garis depan Oleshky dan sekitarnya tercapai berkat mediasi Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump serta keterlibatan Paus Leo XIV.
Setelah gencatan senjata kedaluwarsa pada Minggu pukul 22.59 waktu Ukraina, sang ibu negara menulis di platform X bahwa gencatan senjata tersebut sukses menyalurkan bantuan krusial dan memungkinkan evakuasi hampir 800 orang. Sebelumnya pada hari yang sama, Paus Leo menulis di X bahwa kerja sama kemanusiaan tersebut diharapkan dapat memperkuat keinginan untuk berdialog dan memicu inisiatif perdamaian baru yang konkret.
Militer Ukraina menyatakan pihaknya telah mengevakuasi 167 orang lagi dari daerah-daerah rawan di wilayah selatan Kherson, termasuk 22 anak-anak dan 21 penyandang mobilitas terbatas yang membutuhkan bantuan khusus. Sekitar 2.000 warga sipil berada di Oleshky ketika gencatan senjata sementara dimulai. Mereka diberikan pilihan untuk dievakuasi ke wilayah yang dikendalikan Kyiv atau wilayah yang diduduki Rusia, atau tetap tinggal di kota dengan pasokan makanan dan medis yang dipulihkan.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow memandang positif pelaksanaan operasi tersebut serta koordinasi antara komisaris hak asasi manusia dari kedua negara. Di sisi lain, seorang pejabat Ukraina mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa Rusia menolak tawaran untuk memperpanjang gencatan senjata setelah Kementerian Luar Negeri Kyiv mengusulkannya.
Imbauan Kewaspadaan di Kherson
Menjelang berakhirnya gencatan senjata pada Minggu, Gubernur Kherson Oleksandr Prokudin mendesak warga untuk tetap waspada dan menghindari zona merah di dekat Sungai Dnipro karena intensitas serangan Rusia yang masih tinggi. Warga di Kota Kherson tetap tenang meskipun menyadari ketenangan gencatan senjata segera usai.
Oleksandr Knyha, kepala Teater Musik dan Drama Regional Mykola Kulish Kherson, meminta para penonton untuk tetap bertahan saat membuka sebuah konser. Knyha, yang berasal dari Oleshky dan belum kehilangan harapan untuk pulang, menyampaikan hal tersebut kepada kantor berita Associated Press.
Pertempuran di Berbagai Wilayah
Di tempat lain, Moskow dan Kyiv tetap melanjutkan serangan udara, di mana Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan pada Minggu bahwa Rusia terus menargetkan sistem energi Ukraina menjelang musim dingin. Serangan terhadap infrastruktur listrik di empat wilayah Ukraina dalam semalam memutus aliran listrik ke ratusan ribu rumah tangga.
Serangan Rusia juga menewaskan tiga orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 13 tahun, di wilayah Vinnytsia ketika sebuah drone menghantam kompleks sekolah kejuruan, menurut Dinas Darurat Negara Ukraina. Serangan drone Rusia yang menargetkan wilayah Kyiv untuk hari kedua berturut-turut turut melukai seorang wanita serta merusak rumah, infrastruktur energi, dan pusat perbelanjaan.
Dalam laporan harian pada Minggu, Angkatan Udara Ukraina menyebutkan bahwa pasukan Moskow menyerang dengan 433 drone dalam semalam, di mana 371 di antaranya berhasil dihancurkan atau ditekan. Sementara itu, lebih dari 100 drone Ukraina ditembak jatuh di langit wilayah Nizhny Novgorod, Rusia, timur Moskow, menurut Gubernur Gleb Nikitin.
Zelenskyy menyatakan bahwa Kyiv juga menghantam pabrik komponen rudal dan fasilitas pertahanan udara di wilayah Rostov, Rusia selatan. Serangan tersebut memicu kobaran api di kilang minyak Kstovo, seperti dilaporkan media-media Rusia yang menampilkan gambar kepulan asap hitam di cakrawala.





