Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bergerak cepat menangani longsoran batu besar yang menutup ruas jalan Takengon-Isaq, Kabupaten Aceh Tengah, pada Minggu (1/11). Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (30/10) dan sempat memutuskan akses lalu lintas dari kedua arah.
Penanganan Darurat Akses Jalan Takengon-Isaq
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana untuk memastikan distribusi logistik dan mobilitas warga tidak terhenti. Kepala BPJN Aceh Zulkarnaini menjelaskan bahwa tim di lapangan langsung membersihkan material longsor menggunakan satu unit alat berat jenis backhoe loader, serta memobilisasi satu unit excavator tambahan.
Petugas juga memasang rambu peringatan dan menempatkan pengatur lalu lintas di kedua sisi jalan untuk menjaga keselamatan pengguna. Kementerian PU berkoordinasi dengan Polsek Kecamatan Linge guna memantau kondisi infrastruktur sekitar lokasi terdampak.
Berdasarkan pemantauan pada Senin (2/11/2026), lalu lintas dilaporkan sudah kembali bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat hingga enam. Meskipun demikian, BPJN Aceh tetap menyiagakan pemantauan mengingat potensi longsor susulan masih mengancam saat hujan lebat.
Zulkarnaini menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga keselamatan pengguna jalan dan konektivitas antarwilayah, khususnya jalur Takengon menuju Blangkejeren. Pengguna jalan diimbau agar terus meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
Perbaikan Tanggul Sungai di Pidie Jaya
Hujan deras pada Sabtu (31/10) malam juga memicu banjir di Kabupaten Pidie Jaya yang menggenangi permukiman warga Desa Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 100 sentimeter akibat luapan sungai.
Banjir tersebut turut mengakibatkan kerusakan pada tebing sungai di desa setempat. Sebagai langkah penanganan darurat, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I melakukan perbaikan dan pengamanan sementara memakai timbunan tanah untuk membentuk tanggul baru.
Pekerjaan tersebut didukung oleh pengerahan satu unit excavator long arm dan satu unit excavator standard. Kementerian PU berkomitmen mempercepat penanganan infrastruktur terdampak bencana melalui koordinasi intensif sesuai kebutuhan di lapangan.
Sumber: News - Detikcom






