Pemerintah tengah mengembangkan proyek Chip Merah Putih sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian industri semikonduktor nasional. Proyek ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian, BUMN, hingga perguruan tinggi.
Persiapan Regulasi dan Ekosistem Desain
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan pengembangan Chip Merah Putih harus dilakukan secara terarah, termasuk dalam menyiapkan ekosistem desain, riset, dan sumber daya manusia. Berdasarkan pertemuan terakhir, sudah disampaikan kesiapan dari BP BUMN untuk mengajukan izin prakarsa. Target sebelumnya adalah 11 November agar prosesnya sudah mulai masuk tahap harmonisasi, seperti dilaporkan Antara.
Salah satu langkah awal dalam pengembangan ekosistem tersebut adalah peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih oleh Perum Percetakan Uang Republik Indonesia pada 27 Juli 2026. Fasilitas yang berlokasi di Gedung Subono Mantofani, Kantor Peruri, Jakarta, ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap teknologi perancangan chip.
Komponen tersebut merupakan bagian penting dalam berbagai perangkat elektronik dan layanan digital, seperti paspor elektronik, kartu identitas, hingga kartu pembayaran. Penggunaan komponen ini antara lain ditujukan untuk mendukung keamanan data yang tersimpan dalam perangkat maupun dokumen elektronik.
Kendati demikian, kemampuan merancang chip di Indonesia masih menghadapi sejumlah hambatan, termasuk terbatasnya tenaga ahli, mahalnya perangkat kerja, serta minimnya akses terhadap fasilitas praktikum. Melalui Sandbox Desain Chip Merah Putih, Peruri berupaya mengatasi tantangan tersebut dengan menyediakan lingkungan eksperimen digital yang dapat diakses secara gratis melalui peramban web.
Platform ini memungkinkan mahasiswa, peneliti, pelaku industri, hingga perusahaan rintisan untuk mempelajari, menguji, dan merancang chip tanpa harus langsung mengeluarkan biaya besar untuk produksi fisik. Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko menyatakan fasilitas tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia demi melindungi dokumen serta data strategis bangsa dari ancaman siber, mendorong efisiensi devisa, dan memperkokoh posisi Indonesia di ekosistem semikonduktor global.
Target Riset dan Peta Jalan Industri
Perkembangan terbaru menunjukkan pengembangan Chip Merah Putih telah mencapai tahap penyiapan ekosistem desain bersama sejumlah mitra. Salah satu fasilitas yang telah dimanfaatkan adalah sandbox desain chip dalam kegiatan hackathon yang diikuti 98 tim dari 41 perguruan tinggi serta melibatkan 338 mahasiswa.
Pemerintah juga mendorong penelitian semikonduktor melalui kerja sama dengan sejumlah kampus. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menyampaikan salah satu program penelitian tersebut ditargetkan rampung pada Mei 2028 untuk menjadi fondasi kemampuan desain chip nasional.
Peta jalan yang disiapkan mencakup pengembangan desain hingga kemungkinan melangkah ke tahap fabrikasi atau pembuatan chip secara fisik. Meski demikian, fokus saat ini tetap pada pembangunan kemampuan desain, riset, serta penyiapan ekosistem pendukung sebelum memasuki tahapan produksi, dengan turut memperhitungkan kebutuhan tenaga ahli.
Dari sisi industri, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menilai semikonduktor merupakan komoditas strategis penentu dominasi global. Menurut Faisol, pengembangan semikonduktor sejalan dengan rencana pemerintah menyusun peta jalan ekosistem industri chip, termasuk rencana pembangunan pusat data kecerdasan buatan nasional yang membutuhkan pasokan chip dalam jumlah besar, sementara pemerintah masih membahas kerangka kebijakan serta koordinasi antarlembaga.





