Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim hujan pada November dan Desember. Walaupun demikian, curah hujan untuk sepekan ke depan diprakirakan masih berada pada kategori rendah dan menengah.
Dinamika Atmosfer dan Musim Hujan
BMKG menjelaskan bahwa fenomena El Niño sangat kuat yang diprediksi memengaruhi cuaca hingga awal 2027, bersamaan dengan interaksinya dengan IOD positif, telah memicu kekeringan serta meningkatkan risiko kebakaran di berbagai daerah dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut turut berdampak pada terganggunya pembentukan awan hujan akibat kekeringan dan kepulan asap yang pekat. Akibatnya, jadwal kedatangan musim hujan tahun ini mundur sekitar 20 hingga 30 hari dari rata-rata klimatologisnya.
Kendati demikian, sejumlah dinamika atmosfer dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan awan konvektif, sehingga peluang hujan dengan variasi intensitas di tiap daerah masih tetap ada. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan berdampak pada wilayah barat dan selatan Indonesia, sementara Gelombang Kelvin terpantau aktif di bagian timur. Di samping itu, dinamika pola angin regional turut dipengaruhi oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman serta pola sirkulasi siklonik di Laut Natuna. Gabungan seluruh fenomena cuaca tersebut berpotensi menciptakan zona konvergensi serta perlambatan angin yang mendukung proses pembentukan awan konvektif.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan
Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG merilis daftar 25 daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat pada hari Sabtu (31/10).
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Kalimantan Barat.
Sementara itu, wilayah yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terdiri dari Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.






