Ekonomi

Singapura Siap Impor Listrik 1,3 GW dari Vietnam-Malaysia

Singapura Siap Impor Listrik 1,3 GW dari Vietnam-Malaysia

Singapura berencana mengimpor listrik sebesar 1,3 gigawatt dari Vietnam yang akan dialirkan melalui Malaysia. Energy Market Authority (EMA) telah memberikan persetujuan bersyarat kepada perusahaan Singapura, Sembcorp Utilities Pte Ltd (SCU), untuk merealisasikan rencana tersebut dengan target pengiriman dimulai pada tahun 2035.

Skema Kerja Sama Konsorsium Lintas Negara

Energy Market Authority (EMA) Singapura memberikan persetujuan bersyarat atau conditional approval kepada Sembcorp Utilities Pte Ltd untuk melakukan impor listrik berkapasitas total 1,3 GW ke Singapura, seperti dilansir detikcom pada Minggu (1/11/2026). Dalam pelaksanaan skema impor ini, Sembcorp Utilities menggandeng mitra konsorsium bernama MY Energy Consortium (MYEC).

Konsorsium tersebut beranggotakan Petronas dan Tenaga Nasional Berhad dari Malaysia, serta PetroVietnam Technical Services Corporation milik Vietnam. Berdasarkan rencana yang disusun, pasokan listrik yang akan diterima oleh Singapura merupakan jenis listrik hijau atau rendah karbon yang bersumber dari pembangkit tenaga angin lepas pantai di Vietnam dan tenaga surya di Malaysia.

Pengembangan Proyek dan Strategi Dekarbonisasi

Pihak konsorsium akan melanjutkan berbagai tahap pengembangan proyek dalam beberapa tahun ke depan. Langkah tersebut mencakup perolehan seluruh izin yang disyaratkan dari otoritas terkait di masing-masing negara, penyelesaian perjanjian jual beli daya atau Power Purchase Agreement dengan pihak pembeli, serta pemenuhan kecukupan pendanaan.

EMA menyampaikan bahwa pengadaan listrik hijau dan rendah karbon ini memegang peranan krusial dalam strategi jangka panjang Singapura guna menurunkan emisi karbon di sektor ketenagalistrikan. Hingga saat ini, lembaga tersebut telah menerbitkan persetujuan bersyarat maupun lisensi bersyarat untuk berbagai inisiatif proyek impor listrik yang berasal dari sejumlah negara, termasuk Australia, Kamboja, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.

EMA akan terus menjalin komunikasi dengan perusahaan yang memiliki proposal proyek yang kredibel dan layak secara komersial serta dapat berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi karbon di sektor ketenagalistrikan Singapura.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *