Ekonomi & Bisnis

Bank Sentral Swiss Cetak Laba Rp366 Triliun pada Kuartal III

Bank Sentral Swiss Cetak Laba Rp366 Triliun pada Kuartal III
Daftar Isi
  1. Kinerja Keuangan dan Lonjakan Laba
  2. Faktor Pendorong Laba
  3. Portofolio Saham dan Mandat Kebijakan

Bank Nasional Swiss (SNB) mengumumkan bahwa mereka membukukan laba investasi sebesar 19,1 miliar franc Swiss atau setara dengan 23,3 miliar dolar AS pada kuartal ketiga. Capaian positif tersebut didorong oleh kepemilikan emas dan mata uang asing milik bank sentral tersebut.

Kinerja Keuangan dan Lonjakan Laba

Perolehan tersebut mendongkrak total laba bank sentral sepanjang tahun berjalan hingga mencapai 44,2 miliar franc atau sekitar 53,8 miliar dolar AS. Angka ini membuka peluang adanya pembayaran dividen kepada pemerintah federal dan lokal Swiss pada akhir tahun nanti. Kendati demikian, total laba pada kuartal ketiga 2026 ini mengalami penurunan secara tahunan hingga hampir 32 persen.

Pendapatan serta kerugian yang tercatat dalam pembaruan akuntansi kuartalan SNB terdiri dari pendapatan bunga, dividen, serta penyesuaian valuasi akibat pergerakan nilai tukar dan perubahan harga pasar. Sepanjang tahun 2025, franc Swiss sempat menguat sekitar 12 persen terhadap dolar AS akibat lonjakan investor yang beralih ke mata uang safe-haven menyusul pengumuman tarif oleh Presiden AS Donald Trump. Akan tetapi, pada tahun ini nilai tukar tersebut telah melemah sekitar 3,6 persen terhadap greenback.

Faktor Pendorong Laba

Selama kuartal ketiga 2025, SNB mencatatkan keuntungan bersih dari emas sebesar 14,3 miliar franc, sedangkan pada tiga bulan yang berakhir pada September mencatat keuntungan bersih 7,6 persen dari komoditas yang sama. Logam mulia ini sempat mengalami lonjakan rekor dengan nilai yang meroket sekitar 66 persen sepanjang 2025. Namun, pergerakannya jauh lebih volatil pada 2026 dengan penurunan nilai lebih dari 7 persen sejak awal tahun.

Keuntungan dari posisi valuta asing SNB, yang mencakup investasi pada ekuitas internasional, mencapai 11,6 miliar franc atau turun sekitar 15 persen secara tahunan. Sebagian besar cadangan devisa SNB disimpan dalam aset keuangan dalam denominasi mata uang asing, di samping portofolio obligasi franc Swiss yang lebih kecil. Pada akhir kuartal ketiga, sebanyak 61 persen cadangan devisa dialokasikan pada obligasi pemerintah termasuk deposito di bank sentral dan Bank untuk Penyelesaian Internasional (BIS), sementara 28 persen diinvestasikan pada ekuitas dan 11 persen pada obligasi lainnya.

Dari sisi eksposur mata uang, portofolio tersebut terdiri dari 39 persen mata uang euro dan 37 persen dolar AS. Sementara itu, eksposur yen Jepang dan poundsterling masing-masing menyumbang 7 persen dan 6 persen.

Portofolio Saham dan Mandat Kebijakan

Portofolio ekuitas yang besar milik SNB menjadikannya institusi yang tidak biasa dibandingkan bank sentral utama lain seperti Federal Reserve AS dan Bank of England yang umumnya tidak berinvestasi langsung di pasar ekuitas. Kendati demikian, SNB bertindak sebagai investor pasif sehingga tidak melakukan pemilihan ekuitas secara aktif, di mana kepemilikan sahamnya didasarkan pada indeks acuan yang terdiri dari indeks saham internasional dari perusahaan berkapitalisasi menengah dan besar di pasar maju.

Sebagian besar laba SNB didistribusikan kepada pemerintah federal dan lokal Swiss, sementara pemegang saham menerima dividen apabila modal ekuitasnya mencukupi. Sebaliknya, apabila investasi menghasilkan kerugian, SNB mungkin tidak dapat melakukan pembayaran tersebut. Meskipun diuntungkan oleh kinerja investasi yang kuat, tujuan utama SNB bukanlah menghasilkan keuntungan semata.

Bagi sebuah perusahaan konvensional, keuntungan merupakan prasyarat penting untuk kesuksesan jangka panjang, namun tujuan SNB berbeda, seperti dijelaskan melalui situs web mereka. Bank sentral tersebut memiliki mandat lain untuk memastikan stabilitas harga di Swiss dengan tetap memperhatikan perkembangan ekonomi.

Mandat kebijakan moneter selalu menjadi prioritas tertinggi sehingga SNB dapat berada dalam situasi di mana mereka harus mengambil keputusan kebijakan moneter yang berdampak negatif terhadap hasil tahunan mereka. Tidak seperti bank sentral utama lainnya, mandat kebijakan moneter SNB memungkinkan penggunaan suku bunga dan nilai tukar untuk mencapai stabilitas harga, serta mengambil langkah-langkah untuk memengaruhi nilai tukar jika dianggap perlu.

Target inflasi SNB juga menjadikannya berbeda di antara rekan-rekan internasionalnya dengan rentang target inflasi berada di antara 0 persen hingga 2 persen.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *