Seorang pemilik restoran Thailand melaporkan seorang wanita yang mengaku sebagai influencer ke polisi setelah diancam mendapat ulasan negatif karena permintaannya minta makanan gratis ditolak. Insiden ini mencuat setelah pemilik kafe membagikan kronologi kejadian melalui sebuah unggahan video di media sosial.
Kronologi Ancaman Pemerasan oleh Influencer
Seperti dilaporkan Food – Detikcom, Sarocha Rungratsamee selaku pemilik Prakai Cafe and Cuisine di Nonthaburi, Thailand, mendatangi kantor polisi Sai Noi pada Senin (26/10) untuk melaporkan wanita bernama Suchada. Sarocha menceritakan bahwa wanita tersebut menghubungi pihak restoran lewat Facebook dengan mengaku sebagai influencer terkenal yang memiliki pengikut lebih dari 300.000 akun.
Influencer tersebut menawarkan diri untuk datang ke restoran dan membuat ulasan promosi bisnis. Sebagai imbalannya, ia menuntut pembayaran biaya promosi sebesar 25.000 baht atau setara dengan Rp13,4 juta serta penyediaan paket makanan besar secara cuma-cuma.
Sarocha menyatakan bahwa pihaknya langsung menolak permintaan tersebut. Akibat penolakan itu, wanita tersebut melontarkan ancaman berupa pemberian peringkat satu bintang dan publikasi komentar negatif untuk menjatuhkan reputasi restoran.
Langkah Hukum dan Penyelidikan Kepolisian
Selepas penolakan tersebut, Sarocha menelusuri latar belakang wanita itu dan menemukan sejumlah unggahan media sosial dari pihak lain yang juga menuduhnya melakukan modus serupa. Meskipun video unggahannya memicu beragam reaksi warganet, termasuk yang menduga insiden ini sekadar publisitas, Sarocha tetap memilih menempuh jalur hukum demi menegakkan kebenaran.
Saluran pemberitaan Channel 8 melaporkan bahwa kepolisian berhasil mengidentifikasi Suchada melalui akun media sosial miliknya. Berdasarkan catatan kepolisian, wanita tersebut sebelumnya juga pernah menghadapi tuduhan perolehan uang secara curang serta membujuk pihak lain agar mengirimkan barang kepadanya.
Hingga saat ini, pihak penyidik masih mendalami pengaduan dari pihak restoran maupun laporan-laporan terdahulu yang melibatkan wanita tersebut. Belum ada konfirmasi resmi dari kepolisian terkait penangkapan maupun pengajuan dakwaan formal terhadap yang bersangkutan.
Sumber: Food - Detikcom







