Racikan kopi latte kini semakin bervariasi di berbagai gerai kopi atau coffee shop. Salah satu varian yang sedang naik daun dan menjadi tren baru di kalangan pencinta kopi adalah dirty latte.
Perbedaan Karakteristik dan Rasa
Baik latte biasa maupun dirty latte sama-sama terbuat dari perpaduan espresso dan susu. Meski demikian, kedua minuman ini memiliki karakteristik serta cita rasa yang berbeda seperti dilaporkan Food – Detikcom.
Latte biasa merupakan minuman klasik asal Italia yang mengandalkan keseimbangan antara espresso dan susu hangat (steamed milk) dengan lapisan busa tipis di bagian atas. Perbandingan racikannya adalah satu bagian espresso berbanding tiga bagian susu hangat, serta memiliki tekstur lembut dengan profil rasa kopi yang ringan.
Sementara itu, dirty latte menawarkan racikan yang lebih kompleks. Penamaan “kotor” berasal dari visual espresso panas yang dituangkan ke atas susu dingin, menciptakan gradasi warna tidak beraturan yang seolah mengotori warna putih susu.
Cara Penyajian dan Perbandingan Kafein
Dirty latte dibuat dengan menuangkan satu shot espresso panas secara perlahan ke dalam susu segar yang sangat dingin tanpa menggunakan es batu. Penikmatnya disarankan untuk tidak mengaduk minuman ini agar dapat merasakan sensasi rasa hangat dan pahit dari espresso pada tegukan awal, yang kemudian berganti menjadi manis dan dingin dari susu di bagian bawah.
Dari segi kandungan, kadar kafein antara kedua jenis minuman ini juga berbeda. Latte biasa yang menggunakan satu shot espresso umumnya mengandung kafein sekitar 63 hingga 126 miligram.
Sedangkan dirty latte memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, yakni berkisar antara 100 hingga 200 miligram. Jumlah kafein tersebut dinilai sesuai bagi penikmat kopi yang mencari tambahan energi, sementara profil rasa kopinya yang pekat membuat minuman ini tidak disarankan bagi mereka yang tidak menyukai kopi kuat.
Sumber: Food - Detikcom






