News

Andre Rosiade Pantau Pemulihan Pascabanjir di Padang

Andre Rosiade Pantau Pemulihan Pascabanjir di Padang
Daftar Isi
  1. Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Sungai
  2. Pembangunan Pengendali Banjir di Hulu
  3. Progres Penanganan oleh BWSS V

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meninjau lokasi terdampak banjir bandang di kawasan Lubuk Minturun, Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan percepatan penanganan sungai serta pemulihan pascabanjir yang terjadi pada November 2025 dan Oktober 2026.

Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Sungai

Dalam peninjauan tersebut, Andre didampingi oleh Kepala Balai Wilayah Sungai (BWSS) V Padang, Reski Wahyudi, dan Kepala Balai Cipta Karya Sumatera Barat, Maria Isa Doenik. Andre menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat perbaikan infrastruktur sungai di Kota Padang.

Langkah penanganan yang dilakukan meliputi pengerukan sedimentasi, penguatan tebing sungai, pembangunan jalan inspeksi, hingga penyiapan infrastruktur pengendali material di kawasan hulu. “Alhamdulillah, pekerjaan sudah berjalan. Teman-teman bisa melihat bagaimana di kawasan ini BWSS V mengerahkan alat-alatnya. Ada 30 alat yang sedang bekerja di Kota Padang saat ini. Ini menunjukkan komitmen pemerintah Presiden Prabowo dan juga Pak Menteri PU,” ujar Andre dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Berdasarkan data rehabilitasi dan rekonstruksi BWSS V Padang, terdapat alokasi anggaran sebesar Rp782,54 miliar untuk Kota Padang yang terbagi dalam lima paket pekerjaan. Secara keseluruhan, Andre menyebut Kementerian PU menyiapkan anggaran sekitar Rp4,3 triliun untuk penanganan infrastruktur terkait, dengan sekitar Rp249 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk normalisasi sungai di luar sektor irigasi.

Pembangunan Pengendali Banjir di Hulu

Andre mengungkapkan rencana pembangunan dua check dam di kawasan Air Dingin, hulu Lubuk Minturun. Bangunan ini berfungsi untuk menahan material yang terbawa aliran saat terjadi banjir bandang atau galodo. “Di hulu Lubuk Minturun, kawasan Air Dingin, akan dibangun dua check dam. Gunanya untuk mengantisipasi galodo lagi. Ketika material turun dari atas, air tetap mengalir, sementara materialnya bisa tertahan oleh check dam,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pekerjaan harus dilakukan secara terpadu antara hulu dan hilir. Pengangkatan material di alur sungai harus berjalan beriringan dengan penguatan tebing agar risiko banjir susulan dapat dikurangi. Andre meminta seluruh pihak terkait untuk mempercepat pekerjaan dengan tetap memperhatikan kebutuhan teknis di lapangan serta koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Progres Penanganan oleh BWSS V

Kepala BWSS V Padang, Reski Wahyudi, menyatakan bahwa kawasan Lubuk Minturun menjadi titik perhatian serius karena risiko limpasan air ke permukiman warga. Pihaknya kini tengah memetakan lahan dan rumah warga yang berpotensi terdampak, sekaligus mencari lokasi penempatan material hasil pengerukan yang menjadi kendala di lapangan.

Data progres penanganan tanggap darurat BWSS V per 15 Oktober 2026 menunjukkan bahwa pekerjaan perkuatan tebing di Kota Padang telah mencapai 100 persen, yakni 6.128 meter. Sementara itu, perbaikan alur sungai telah mencapai 93 persen atau 13.626 meter dari target 14.705 meter. Capaian ini merupakan bagian dari penanganan tanggap darurat yang terpisah dari paket rehabilitasi dan rekonstruksi yang direncanakan.

Upaya pemulihan di Lubuk Minturun diharapkan dapat memperkuat mitigasi risiko banjir bandang di Kota Padang melalui kesinambungan koordinasi dan percepatan pekerjaan di seluruh titik rawan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *