Daftar Isi
Berdiri sejak tahun 1919 akibat gerakan petani-buruh progresif, Bank of North Dakota hingga kini tetap beroperasi sebagai satu-satunya bank milik dan pengoperasian negara bagian di Amerika Serikat. Meskipun berakar dari gerakan populis sosialis, lembaga keuangan ini justru menikmati dukungan luas dari para pemimpin politik dari Partai Republik di North Dakota.
Sejarah dan Bentuk Operasional Bank
Lembaga tersebut dibentuk setelah legislatif negara bagian memberikan wewenang untuk mendirikan bank milik publik atas dorongan Arthur C. Townley, seorang mantan anggota Partai Sosialis. Gubernur North Dakota, Kelly Armstrong, menyatakan bahwa keberadaan bank yang dikelola negara bagian ini merupakan hal yang unik di wilayah yang kini dikenal sangat konservatif. Menurut Armstrong, meski pendiriannya mungkin tidak akan terwujud pada masa kini, ia merasa bersyukur bank tersebut telah tersedia.
Selain Armstrong, para pendukung bank ini meliputi senator AS Kevin Cramer dan John Hoeven, serta Menteri Dalam Negeri Doug Burgum yang merupakan mantan gubernur sekaligus mantan presiden bank tersebut. Don Morgan selaku Presiden dan CEO Bank of North Dakota menyampaikan kepada US Top News and Analysis (cnbc.com) bahwa konsep tersebut merupakan alat keuangan yang sangat kuat apabila dimanfaatkan secara tepat.
Bank ini berfungsi mengelola simpanan negara, menyediakan pinjaman, serta memajukan tujuan industri dan ekonomi seperti menurunkan suku bunga pinjaman atau menyelamatkan pabrik batu bara yang hampir bangkrut. Cramer menilai bahwa keberadaan bank ini kian diminati di tengah era populisme saat ini, di mana wilayah lain mulai melihat kegunaan dari alat tersebut.
Perbandingan dengan Negara Bagian Lain
Sejumlah politikus dari Partai Demokrat dan kelompok sosialis demokratik berupaya membawa kembali perbankan publik ke tingkat nasional menjelang pemilihan paruh waktu 2026. Beberapa negara bagian seperti Washington, Massachusetts, New Mexico, dan California tengah mengkaji proposal untuk mendirikan bank publik guna mengendalikan dana pajak masyarakat agar tidak sepenuhnya dikuasai oleh bank-bank besar Wall Street. Senator negara bagian Washington, Bob Hasegawa, menyatakan bahwa warga berhak memegang kendali atas uang pajak mereka sendiri ketimbang harus meminjam kembali dana dari bank swasta untuk membangun infrastruktur.
Christine Desan selaku Profesor Hukum di Universitas Harvard menjelaskan bahwa bank publik beroperasi dengan memanfaatkan keuntungan jaringan perbankan. Menurut Desan, keikutsertaan negara bagian dalam jaringan tersebut akan memberikan keuntungan yang setara dalam bidang peminjaman.
Tanggapan Industri Perbankan Komersial
Di sisi lain, para pelaku utama di sektor perbankan menentang konsep bank publik karena dinilai menimbulkan risiko bagi para pembayar pajak. Juru bicara American Bankers Association, Josh Britton, menyatakan kepada US Top News and Analysis bahwa bank-bank di AS sudah diatur secara ketat serta mampu melayani masyarakat dengan baik, sehingga intervensi politik justru berpotensi merusak konsumen dan perekonomian.
Morgan menegaskan bahwa bank yang dipimpinnya tidak boleh bersaing dengan lembaga keuangan lokal North Dakota. Berdasarkan dokumen pendirian, persaingan dengan institusi keuangan lokal akan membuat model bisnis bank tersebut runtuh.
Peran Sebagai Bank Sentral Komunitas
Bank of North Dakota bertindak sebagai penopang bagi bank-bank komunitas kecil dalam membiayai proyek-proyek skala besar. Komisi Industri yang terdiri atas gubernur, jaksa agung, dan komisaris pertanian bertindak sebagai dewan direksi bank tersebut.
Rick Clayburgh selaku Presiden dan CEO North Dakota Bankers Association menyampaikan kepada US Top News and Analysis bahwa asosiasi perbankan setempat mungkin akan menolak jika bank negara bagian tersebut didirikan pada masa sekarang. Namun, berkat perkembangan selama lebih dari seabad, bank tersebut kini menjadi sarana yang bermanfaat bagi lembaga keuangan setempat.
Pembiayaan Sektor Energi dan Proyek Lain
Salah satu contoh investasi bank tersebut tampak di McLean County, di mana fasilitas Rainbow Energy Center sempat direncanakan tutup pada tahun 2020 sebelum akhirnya diselamatkan melalui paket pembiayaan kompleks yang melibatkan Bank of North Dakota. CEO Rainbow, Stacy Tschider, menyampaikan kepada US Top News and Analysis bahwa kesepakatan tersebut tidak akan terwujud tanpa dukungan pendanaan dari bank negara bagian.
Selain itu, bank tersebut juga menyediakan fasilitas kredit untuk pembangunan Perpustakaan Kepresidenan Theodore Roosevelt dan meluncurkan koin stabil bernama Roughrider Coin. Robbie Lauf selaku direktur pelaksana perpustakaan tersebut menepis anggapan bahwa bank tersebut bertentangan dengan prinsip pasar bebas karena operasionalnya berjalan melalui kerja sama erat dengan perusahaan swasta.
Morgan menambahkan bahwa bank tersebut akan terus beroperasi secara fleksibel demi kepentingan negara bagian selama tetap menjaga kesehatan finansial lembaga. Menurut Morgan, gagasan yang baik dapat ditemukan dari sisi spektrum politik mana pun tanpa harus terpaku pada sebutan atau label politik tertentu.
Sumber: US Top News and Analysis






