Gelandang Timnas Indonesia, Ivar Jenner, berharap skuad Garuda tetap dapat melakoni pertandingan tandang pada agenda FIFA Matchday mendatang. Menurutnya, berlaga di markas lawan sangat berguna untuk mengasah ketangguhan tim sebelum tampil di ajang Piala Asia 2027.
Persiapan Menghadapi Piala Asia 2027
Ivar menilai bertanding di luar negeri akan memberikan pengalaman berharga agar para pemain terbiasa dengan tekanan pendukung lawan. Terlebih lagi, putaran final Piala Asia 2027 mendatang bakal berlangsung di Arab Saudi.
“Ya, bermain tandang itu sangat bagus. Di putaran berikutnya, Piala Asia 2027 di Arab Saudi, jadi bagus juga untuk mulai terbiasa bermain tandang,” kata Ivar saat ditemui di Jakarta, Rabu (28/10).
Ia mengungkapkan bahwa tim nasional Indonesia sudah cukup banyak memainkan laga di kandang sendiri pada berbagai ajang sebelumnya, seperti FIFA ASEAN Cup. Karena itu, ia memandang laga tandang sebagai ajang pemanasan yang ideal untuk merasakan atmosfer yang berbeda.
“Sebelumnya kami memainkan banyak pertandingan di kandang, baik di FIFA ASEAN Cup maupun turnamen lainnya. Jadi, ini adalah persiapan yang sangat baik bagi kami untuk menghadapi atmosfer laga tandang,” lanjutnya.
Evaluasi PSSI dan Faktor Keamanan
Berdasarkan agenda, Timnas Indonesia dijadwalkan melawat ke markas Yordania pada 13 November mendatang. Meski demikian, kepastian laga uji coba tersebut masih belum final lantaran terancam batal akibat kondisi geopolitik yang memanas di wilayah tersebut.
PSSI saat ini sedang meninjau ulang rencana pertandingan tersebut. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa aspek keselamatan skuad Garuda menjadi pertimbangan utama federasi.
“Kami masih menunggu security issue dari polemik yang terjadi di sana. Apalagi kita lihat kan beberapa negara juga dalam situasi yang tidak pasti gitu lho. Keselamatan pemain kita harus prioritaskan,” ujar Erick di Jakarta, Selasa (28/10).
Erick menyayangkan situasi keamanan kawasan yang belum stabil, padahal PSSI telah merancang dua laga uji coba di Timur Tengah sebagai bagian dari program persiapan menuju Piala Asia 2027.
“Situasinya sangat memprihatinkan.Padahal kita punya dua lawan tanding di Timur Tengah yang memang diharapkan menjadi bagian persiapan untuk Piala Asia 2027 ya,” tutur Erick.




