Pemerintah Spanyol menetapkan masa berkabung selama tiga hari menyusul insiden tabrakan dua kereta cepat yang merenggut puluhan nyawa. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan bahwa seluruh warga negara tersebut tengah merasakan duka mendalam akibat tragedi ini.
Kunjungan ke Lokasi Kejadian
Seperti dilaporkan AFP, Pedro Sanchez menyampaikan pernyataan tersebut ketika meninjau langsung tempat kejadian perkara di wilayah Castilla-La Mancha yang terletak di Spanyol bagian tengah, Rabu (28/10/2026). Menurut Sanchez, insiden tabrakan kereta ini tercatat sebagai kejadian kedua yang serupa di Spanyol sepanjang tahun ini. Ia menilai peristiwa tragis semacam itu seharusnya tidak sampai terjadi di negara seperti Spanyol dan menyebutnya sebagai situasi yang sangat sulit diterima.
Jumlah Korban Tewas dan Luka-luka
Pemimpin wilayah Castilla-La Mancha, Emiliano Garcia-Page, memberikan keterangan kepada para awak media di lokasi kejadian pada Rabu (28/10/2026) bahwa data sementara mencatat ada 64 orang meninggal dunia. Ia memaparkan bahwa angka tersebut masih berpotensi untuk terus meningkat seiring proses penanganan yang berjalan. Sementara itu, seorang juru bicara pemerintah Castilla-La Mancha menyampaikan kepada AFP bahwa korban yang menderita luka-luka berjumlah lebih dari 100 orang, dengan 58 korban di antaranya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit serta 15 orang berada dalam kondisi kritis.
Sumber: News - Detikcom







