Perusahaan energi asal Uni Emirat Arab (UEA), Mubadala Energy, dipastikan turut serta dalam pengerjaan proyek gas bumi di Blok Andaman yang berada di lepas pantai Aceh. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto.
Kabar mengenai keterlibatan entitas bisnis yang berbasis di Abu Dhabi itu mengemuka usai Djoko mendampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam audiensi bersama Duta Besar UEA dan jajaran pimpinan puncak Mubadala Energy. Diskusi dalam agenda tersebut memfokuskan pembicaraan pada perkembangan keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) proyek gas Andaman.
Keterangan itu disampaikan Djoko ketika berada di Pacific Place, Jakarta, Selasa (27/10), dalam rangkaian perhelatan INPEX-FEED Completion Ceremony. “Tadi saya mendampingi Pak Menteri, menerima Duta Besar Abu Dhabi bersama Presiden Direktur Mubadala yang beliau melaporkan salah satunya untuk FID dari proyek gas di Andaman di Aceh,” kata Djoko sebagaimana dilaporkan Detikcom.
Pasokan 30 Juta Barel Minyak untuk Indonesia
Selain membawa pembaruan mengenai proyek gas di perairan Aceh, perwakilan pemerintah UEA juga menyatakan komitmen untuk segera merealisasikan pengiriman 30 juta barel minyak bumi menuju Indonesia. Pada pengapalan komoditas migas ini, pihak Indonesia dilaporkan tidak dipungut biaya modal kerja, termasuk bebas dari beban kebutuhan kapal pengangkut kargo tersebut.
“Juga melaporkan bahwa Duta Besar Abu Dhabi menyampaikan bahwa pemerintah Republik Arab (UEA) segera akan mengirim minyaknya ke Indonesia sejumlah 30 juta barel tanpa biaya, tanpa working capital, termasuk untuk kapalnya,” ujarnya.
Rencana penyaluran pasokan minyak dalam jumlah besar ini dinilai menjadi kabar menggembirakan guna memperkuat kebutuhan domestik, terutama saat kondisi geopolitik dunia sedang berada dalam situasi yang tidak menentu.
Sumber: Finance - Detikcom





