Legenda Real Madrid Guti melontarkan kecaman terhadap kemenangan Harry Kane dalam ajang Ballon d’Or 2026. Ia menduga penghargaan prestisius tersebut sudah diatur atau merupakan rekayasa semata.
Dugaan Rekayasa dan Pemindahan Lokasi Seremoni
Kecurigaan Guti diperkuat oleh keputusan pihak penyelenggara yang memindahkan lokasi seremoni dari Paris ke London. Menurut laporan CNN Indonesia, pemindahan tempat tersebut dilakukan untuk memperingati hari ulang tahun penghargaan tersebut yang ke-70.
Guti menyampaikan kritik tersebut ketika berbicara dalam program sepak bola Spanyol, El Chiringuito. Ia merasa janggal karena pemenang penghargaan justru berasal dari Inggris, negara tempat acara digelar.
“Kebetulan sekali, untuk perayaan ulang tahun ke-70, mereka memindahkan seremoni ke London dan seseorang dari London yang menang. Sungguh kebetulan yang luar biasa bahwa mereka memindahkannya ke London dan pemenangnya justru berasal dari London, bukan?” ucap Guti dalam acara tersebut.
Mantan gelandang Los Blancos itu turut sepakat dengan pandangan panelis lain yang menganggap hasil akhir pemungutan suara itu telah diatur sebelumnya. Guti mendasarkan dugaannya pada ekspresi wajah Kane saat pengumuman pemenang yang dinilai menunjukkan keterkejutan, seolah sang penyerang menduga Kylian Mbappe atau Lamine Yamal akan mengalahkannya.
Perjalanan Musim Kane dan Penjelasan Penyelenggara
Harry Kane menyabet Ballon d’Or 2026 usai menampilkan performa gemilang memperkuat Bayern Munchen sepanjang musim 2025/2026. Penyerang tim nasional Inggris itu membukukan total 73 gol dari 65 pertandingan sekaligus mencatatkan sejarah sebagai pemain Inggris pertama yang meraih trofi tersebut sejak Michael Owen pada tahun 2001.
Di sisi lain, Lamine Yamal memperoleh penghargaan Young Talent of the Year secara tiga kali berturut-turut. Pemimpin redaksi France Football, Vincent Garcia, menyatakan bahwa persaingan dalam perolehan suara antara Kane dan Mbappe berlangsung sangat ketat dengan jarak tipis.
Garcia menerangkan bahwa Mbappe sempat memegang keunggulan perolehan suara dalam durasi yang cukup panjang sebelum Kane mengejar dan mengamankan kemenangan. Walaupun tudingan pengaturan hasil pemungutan suara mengemuka, tidak ada bukti valid mengenai rekayasa tersebut, dan Kane tetap merayakan pencapaiannya sebelum kembali ke Munich untuk berlatih bersama Bayern Munchen.





