Ekonomi & Bisnis

Mentan Siapkan Benih hingga Alsintan untuk Petani Lampung

Mentan Siapkan Benih hingga Alsintan untuk Petani Lampung

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menindaklanjuti berbagai keluhan petani di Lampung dengan menyiapkan dukungan benih, alat dan mesin pertanian, serta percepatan penanganan sumber air. Langkah cepat tersebut mencakup penanganan lahan puso seluas 300 hektare demi mempercepat pemulihan lahan dan memperkuat produktivitas pertanian.

Penyelesaian Konkret dan Penanganan Lahan Puso

Menurut Amran dalam keterangan tertulis pada Minggu (25/10/2026), pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan petani agar mereka tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan usaha taninya. Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog langsung dengan petani dan kelompok tani guna mengidentifikasi kendala mulai dari keterbatasan sumber air hingga kebutuhan alat pengolahan lahan.

Sejumlah permintaan bantuan dicatat untuk segera ditindaklanjuti oleh jajaran teknis Kementerian Pertanian agar proses pengecekan dan penyalurannya berjalan cepat. Pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan petani yang berkaitan langsung dengan keberlangsungan produksi pangan dan memberikan solusi konkret.

Menanggapi laporan sekitar 300 hektare lahan pertanian yang mengalami puso di Kabupaten Pringsewu, Amran menyatakan pemerintah akan memberikan benih gratis yang luasannya diverifikasi lebih lanjut oleh jajaran teknis. Selain benih gratis, pemerintah juga menyiapkan tiga unit pompa guna mendukung sarana pengairan di wilayah tersebut.

Amran juga meminta adanya telaah terkait kemungkinan menarik sumber air dari area persawahan menggunakan pompa berkapasitas besar. Guna mempercepat penanganan irigasi itu, ia menyatakan akan berkoordinasi langsung dengan Menteri Pekerjaan Umum.

Regulasi Baru untuk Buruh Tani dan Traktor

Dalam kesempatan yang sama, Amran berdialog dengan para buruh tani atau tukang tandur yang menanam padi di lahan milik orang lain dan mengandalkan pekerjaan tersebut untuk memperoleh penghasilan. Menanggapi kondisi itu, ia menegaskan buruh tanam juga harus memperoleh kesempatan mendapat dukungan pemerintah.

Regulasi bantuan alat dan mesin pertanian telah diubah sehingga kelompok tukang tandur kini dapat mengakses bantuan tersebut, yang sebelumnya tidak dapat mereka terima. Ia meminta para buruh tanam membentuk kelompok agar pengajuan bantuan dapat dilakukan secara terorganisasi.

Pemerintah berencana menyediakan lima unit traktor tangan bagi lima kelompok tukang tandur yang dibahas dalam pertemuan tersebut, di mana masing-masing kelompok akan memperoleh satu unit. Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh membiarkan petani menghadapi persoalan produksi tanpa dukungan, sejalan dengan perintah Presiden untuk tidak menyakiti rakyat terutama di sektor pertanian.

Kementerian Pertanian akan terus mendorong penyelesaian persoalan petani melalui langkah nyata berupa dukungan sarana produksi, pengairan, alat dan mesin pertanian, hingga perlindungan harga komoditas. Melalui respons langsung tersebut, pemerintah berharap kendala produksi dapat segera teratasi guna meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *