Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa sektor perekonomian kreatif telah memberikan kontribusi lebih dari Rp410 triliun terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta. Menurutnya, sektor tersebut kini berfungsi sebagai motor penggerak utama dalam perekonomian ibu kota.
Kontribusi Besar dari Berbagai Perhelatan
Pramono memaparkan kontribusi tersebut salah satunya terlihat dari penyelenggaraan berbagai acara berskala besar di Jakarta, seperti festival musik Pestapora dan konser The Weeknd yang berlangsung pada bulan September lalu.
“Kita menggelar [festival] Pestapora dan pada saat yang bersamaan digelar pula konser The Weeknd selama dua hari di Jakarta International Stadium (JIS), yang menghasilkan perputaran ekonomi hampir Rp250 miliar,” ujar Pramono di acara The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (23/10), seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Selain acara musik, ia menyebutkan kegiatan seperti Jakarta Fair dan Jakarta Great Sale turut memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi wilayahnya. Pekan Raya Jakarta di Kemayoran mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp8,2 triliun dengan kunjungan sebanyak 6,1 juta orang, sedangkan Jakarta Great Sale membukukan angka transaksi sebesar Rp26,8 triliun.
Pramono menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan semacam itu tidak hanya mendatangkan pengunjung, tetapi juga mendukung operasional hotel dan restoran, serta membuka lapangan kerja baru dan peluang bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Agenda Internasional Mendatang
Jakarta dijadwalkan segera menjadi tuan rumah untuk sejumlah perhelatan besar di bidang musik dan olahraga, termasuk Jakarta Running Festival (JRF), konser Ye atau Kanye West, Guns N’ Roses, BTS, hingga Westlife.
“Hal ini menandakan bahwa Jakarta kini telah menjadi episentrum perhelatan acara dan kreativitas di Indonesia,” tutur Pramono.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk menyambut berbagai acara berskala besar serta menyiapkan kebijakan pendukung guna mewujudkan Jakarta sebagai episentrum perhelatan acara atau *epicenter of events*.
“Ketika sektor kreatif mampu menarik orang datang ke Jakarta, kami ingin manfaat ekonominya dapat dirasakan seluas-luasnya oleh masyarakat,” kata Pramono.





