Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bahwa peredaran narkoba di wilayahnya semakin masif. Menurut Bobby, Sumatera Utara sudah menempati peringkat pertama penyalahgunaan obat-obatan terlarang selama lima tahun berturut-turut.
Penyampaian di Belawan
Hal tersebut diungkapkan Bobby saat menghadiri konferensi pers bersama Kapolri dalam agenda pengungkapan 1,16 ton narkotika jenis ketamine di perairan Selat Malaka, yang dilanjutkan dengan Deklarasi Polisi bersama Masyarakat Sumut Tolak Narkoba di Terminal Bandar Deli Belawan, Kota Medan, Jumat (23/10).
Menurut Bobby, Sumatera Utara menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibandingkan daerah lain karena menjadi wilayah dengan pengguna narkoba terbesar tingkat nasional selama lebih dari lima tahun.
Ia menyampaikan harapan agar daerahnya bisa bersih dari peredaran barang haram tersebut. Ia tidak ingin Sumatera Utara berada di tiga besar atau lima besar, melainkan berada di posisi paling bawah atau bahkan seluruh narkoba di Indonesia bisa hilang agar Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.
Kenangan Masa Wali Kota
Bobby juga menceritakan momen ketika dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Medan. Saat itu, ia sempat meminta agar pelaku penyalahgunaan narkoba yang beraksi di jalanan diberikan tindakan tegas berupa tembak di tempat, yang sempat menuai sorotan.
Ia menjelaskan bahwa dirinya merasa geram dengan maraknya narkoba di wilayah Medan dan Sumatera Utara. Pernyataan tersebut disampaikannya karena tindakan kriminal seperti begal dan penyalahgunaan narkoba sangat marak pada waktu itu.
Bobby menyebut wilayah Medan Belawan terkenal dengan kasus penyalahgunaan narkoba yang tinggi serta kriminalitas lainnya. Dengan kedatangan Kapolri ke Sumatera Utara, ia berharap peredaran narkoba di wilayah tersebut dapat ditekan dan Belawan bisa menjadi daerah yang paling bersih dari narkoba.
Respons Kapolri
Menanggapi hal tersebut, Kapolri Suyudi mengingatkan bahwa kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama yang diikuti dengan langkah nyata berupa penguatan pencegahan, penindakan jaringan pengedar, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Suyudi menyatakan bahwa meskipun Sumatera Utara menduduki peringkat pertama, pengungkapan kasus di wilayah tersebut juga merupakan yang paling banyak. Ia menekankan pentingnya penanganan dari tingkat hulu melalui pencegahan.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi sangat penting dalam menghadapi kejahatan transnasional, khususnya penyelundupan narkoba melalui jalur laut, karena tidak ada satu pun institusi yang dapat bekerja sendiri.






