Nasional

Karhutla Meluas di Jatim: 4 Gunung Terbakar & 5 Orang Tewas

Karhutla Meluas di Jatim: 4 Gunung Terbakar & 5 Orang Tewas

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini semakin meluas hingga merambah wilayah Pulau Jawa. Lima daerah di Jawa Timur dilaporkan mengalami karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai ratusan hektare.

Kebakaran di Lima Daerah dan Empat Gunung

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan karhutla di Jawa Timur terjadi di Kabupaten Malang, Kabupaten Magetan, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Banyuwangi. Peristiwa tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (23/10/2026).

Berdasarkan laporan BNPB, tercatat ada 261 titik panas di Jawa Timur dengan total luas lahan terdampak mencapai 482 hektare, sementara 223 hektare di antaranya belum berhasil dipadamkan. Tidak hanya lahan warga, api juga menghanguskan empat gunung di wilayah tersebut.

Empat gunung yang sedang mengalami karhutla meliputi Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Argopuro, Gunung Saeng, dan Gunung Bromo. Peristiwa kebakaran ini juga telah merenggut korban jiwa sebanyak lima orang yang dilaporkan tewas setelah terperangkap saat berupaya memadamkan api di Gunung Bromo.

Penanganan di Kalimantan dan Sumatra

Selain di Jawa Timur, upaya penanganan karhutla di wilayah yang terdampak paling parah seperti Pulau Kalimantan dan Sumatra Selatan masih terus digencarkan. Kalimantan Tengah ditetapkan sebagai prioritas utama penanganan karena mencatat angka luasan lahan terbakar paling tinggi.

Berton memerinci bahwa total lahan terbakar di tiga provinsi prioritas di Kalimantan mencapai 18.973 hektare, dengan rincian Kalimantan Tengah seluas 16.097 hektare, Kalimantan Selatan seluas 1.506 hektare, dan Kalimantan Barat seluas 1.370 hektare. Sementara itu, di Pulau Sumatra, total lahan terbakar mencapai 2.431 hektare yang didominasi Sumatra Selatan seluas 2.050 hektare, disusul Jambi seluas 379 hektare, serta Riau seluas 2 hektare.

Secara nasional, jumlah kejadian karhutla di Indonesia meningkat menjadi 1.024 kali terhitung sejak 1 Januari hingga 23 Oktober 2026. Angka tersebut turut menyumbang bagian dari total keseluruhan 2.204 kejadian bencana di seluruh Indonesia selama periode yang sama, yang sebagian besar didominasi oleh bencana hidrometeorologi baik basah maupun kering.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *