Daftar Isi
Berniat berlatih untuk mengikuti tantangan makan berhadiah, seorang pelanggan wanita justru mendapati pengalaman yang tidak menyenangkan. Ia menemukan sehelai rambut panjang di dalam makanannya saat bersantap di sebuah restoran sushi.
Kronologi Penemuan Rambut
Pelanggan bernama Cathy bersama temannya mendatangi gerai Sushi Express di Westgate, Singapura, pada 20 Oktober 2026 sekitar pukul 12.40 siang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk berlatih sebelum mereka mendaftar dalam tantangan makan besar yang sebenarnya, seperti dilaporkan Stomp (27/10).
Menurut Cathy, seluruh proses makan berjalan tanpa kendala hingga ia bersiap menghabiskan piring sushi terakhirnya. Berdasarkan aturan tantangan tersebut, peserta diwajibkan menghabiskan seluruh isi piring beserta hiasan atau garnish-nya. Ketika memeriksa piringnya sebagai bagian dari latihan, ia merasakan ada sehelai rambut di bawah dagunya dan berusaha menyingkirkannya dari wajah karena mengira itu rambutnya sendiri.
“Jadi saya melihat ke bawah untuk memeriksa piring saya sebagai latihan,” jelasnya.
Namun, dugaan tersebut keliru karena rambut itu ternyata menjuntai langsung dari dalam mulutnya. “Saya menarik sehelai rambut itu dan menyadari bahwa itu ada di dalam mulut saya. Saya bisa merasakan rambut meluncur di lidah dan bibir saya,” lanjut Cathy. Akibat rasa jijik yang luar biasa, ia langsung memuntahkan seluruh makanan di dalam mulutnya sambil merasa mual dan bersendawa. Ia menyebutkan bahwa rambut yang tertelan berwarna hitam dan panjang, sangat kontras dengan rambut miliknya yang pendek serta berwarna merah oranye.
Tanggapan Pihak Restoran dan Pembatalan Tantangan
Cathy segera memanggil staf restoran untuk melaporkan temuan tersebut dan meminta bertemu dengan manajer. Pihak manajer yang bertugas langsung menemui Cathy dan menyampaikan permintaan maaf secara sungguh-sungguh.
“Dia menyatakan bahwa rambut itu jelas bukan dari stafnya. Dia mengatakan itu sangat mungkin dari beras yang dikirim ke gerai mereka,” ujar Cathy menyampaikan keterangan manajer restoran.
Pihak manajemen sempat menawarkan pembebasan biaya makanan secara keseluruhan, tetapi Cathy menolak tawaran tersebut. Ia memilih untuk tetap membayar bagian makanan yang dikonsumsi oleh temannya agar tidak dianggap memanfaatkan situasi, sehingga pihak restoran akhirnya memberikan diskon sebesar 50 persen. Sesudah membayar tagihan, Cathy langsung menuju toilet terdekat untuk muntah karena masih merasa mual dan merinding.
Berdasarkan unggahan di Facebook, Sushi Express memang tengah menyelenggarakan kompetisi makan besar dengan hadiah utama berupa uang senilai 1.000 SGD atau sekitar Rp14 juta bagi peserta yang mampu menghabiskan piring sushi terbanyak. Akibat insiden menjijikkan ini, Cathy dan temannya memutuskan untuk membatalkan keikutsertaan mereka dalam tantangan yang dijadwalkan pada 28 Oktober tersebut.
Menanggapi insiden ini, pihak Sushi Express menyatakan kepada Stomp bahwa mereka telah menjalankan investigasi internal untuk meninjau kejadian tersebut. Pihak restoran juga menyampaikan permintaan maaf secara tulus atas pengalaman makan yang tidak menyenangkan serta insiden malang yang dialami pelanggan.
“Kami memahami bahwa menemukan benda asing, seperti rambut, dalam makanan dapat membuat kesal dan mengecewakan, dan kami sangat menyesal atas kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan,” ujar pihak restoran.
Restoran mengonfirmasi bahwa manajer yang bertugas telah bertindak cepat dengan meminta maaf dan memberikan diskon 50 persen sebagai itikad baik, serta menegaskan komitmen mereka bahwa kebersihan dan keamanan makanan tetap menjadi prioritas utama.
Laporan kepada Badan Pangan
Cathy juga telah meneruskan aduan terkait insiden ini kepada Singapore Food Agency atau SFA. Kendati demikian, respons yang ia peroleh dari lembaga tersebut dinilai kurang memuaskan.
SFA menyampaikan kepada Cathy, “Meskipun rambut manusia mungkin mengandung jejak mikroorganisme dan bahan kimia, tingkat risiko keamanan dan pangan tengah dinilai minimal.”
Sumber: Food - Detikcom






